// <![CDATA[PEMBUATAN BAHAN BAKAR CAIR DARI BATUAN BITUMEN DENGAN PROSES PIROLISIS MENGGUNAKAN KATALIS ZEOLIT TERAKTIVASI DAN KAOLIN]]> Ronny Kurniawan, S.T., M.T Taufik Hidayat /14-2010-023 Penulis Zulfikar Adriana /14-2012-035 Dosen Pembimbing 1 Ricky Ichram Ramdhani /14-2013-023 Dosen Pembimbing 1 S Juhanda, Ir. M.Eng
Seiring meningkatnya kebutuhan bahan bakar cair maka diperlukan cara alternatif penghasil bahan bakar cair alternatif berbasis non fosil. Bitumen merupakan batuan yang tersebar luas di beberapa daerah di Indonesia. Bitumen dapat berpotensi menghasilkan bahan bakar cair dengan menggunakan proses pirolisis. Proses pirolisis yaitu dekomposisi senyawa penyusun material padat dengan panas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh jenis serta konsentrasi terhadap nilai konsentrasi katalis terhadap nilai %yield, densitas, API Gravity, dan nilai kalor dari bahan bakar cair yang dihasilkan melalui proses pirolisis batuan bitumen pada suhu dan waktu percobaan tetap, menentukan kondisi terbaik bedasarkan jenis katalis dan kosentrasi katalis ditinjau dari %yield, API Gravity, dan nilai kalor, menentukan komposisi kimia dari bahan bakar cair yang dihasilkan melalui proses pirolisis batuan bitumen, serta membandingkan bahan bakar cair yang dihasilkan dengan bahan bakar cair berbasis fosil ditinjau dari API Gravity, nilai kalor, dan komposisi. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai persen yield, API Gravity, dan nilai kalor dipengaruhi oleh jenis katalis dan kosentrasi katalis. Dalam hal ini, penggunaan katalis zeolit teraktivasi secara asam dengan kosentrasi katalis 5% menghasilkan persen yield terbaik yaitu sebesar 11,26%, sedagkan penggunaan katalis kaolin dengan kosentrasi katalis 10% menghasilkan nilai API Gravity terbaik yaitu sebesar 21,52. Bahan bakar cair yang dihasilkan dengan menggunakan jenis katalis kaolin memiliki nilai kalor terbaik sebesar 9755,88 kalori/gram, dengan nilai kalor sebesar ini bahan bakar cair yang dihasilkan menyerupai bahan bakar cair jenis minyak bumi. Ditinjau dari komposisi penyusun minyak yang diperoleh, senyawa yang paling banyak terkandung pada bahan bakar cair adalah n-hexane (C6H14) sebesar 60,64%, sehingga bahan bakar cair yang diperoleh dapat disimpulkan menyerupai jenis bahan bakar cair gasoline.