STUDI AWAL TENTANG BIOGAS DARI GAMBUT
Lahan gambut mampu menyimpan paling sedikit 550 Gigaton karbon dalam lapisan tanah organiknya, ini adalah dua kali lipat jumlah karbon yang tersimpan di hutan seluruh dunia (Wetlands international, 2009). Karbon yang terkandung dalam lahan gambut dapat keluar ke udara, sehingga menimbulkan emisi gas yang berbahaya bagi dunia. Karena luasnya lahan gambut di indonesia, membuat indonesia menjadi salah satu sumber emisi gas karbon terbesar di dunia. Selain itu, masalah lain dari gambut yaitu nilai pH-nya yang rendah sehingga menyebabkan gambut tidak dapat ditanami tanaman pada umumnya. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dilakukan penelitian biogas dari tanah dan air gambut, sehingga emisi yang dikeluarkan oleh gambut akan dikonversi menjadi biogas. Gambut yang telah terdekomposisi akan memiliki pH yang lebih netral sehingga dapat ditanami oleh tanaman pada umumnya. Pada penelitian akan dilakukan percobaan, yakni proses batch dengan cara fermentasi anaerobic digestion. Pada proses batch, substrat yang digunakan yaitu gambut dan air gambut, dengan variasi konsentrasi pada gambut yaitu 14,2 gVS/L, 26,2 gVS/L, 38,9 gVS/L, dan 52,7 gVS/L. Untuk variasi air gambut yaitu 50%, 75%, 100% air gambut dengan variabel tetap yaitu inokulum. Hasil penelitian menunjukan bahwa fermentasi anaerobik gambut dengan konsentrasi 26,2 gVS/L dan fermentasi anaerobic air gambut dengan konsentrasi 50% air gambut menghasilkan produktivitas biogas yang relatif lebih baik.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2017).STUDI AWAL TENTANG BIOGAS DARI GAMBUT ().Teknik Kimia:FTI
Chicago Style
.STUDI AWAL TENTANG BIOGAS DARI GAMBUT ().Teknik Kimia:FTI,2017.Text
MLA Style
.STUDI AWAL TENTANG BIOGAS DARI GAMBUT ().Teknik Kimia:FTI,2017.Text
Turabian Style
.STUDI AWAL TENTANG BIOGAS DARI GAMBUT ().Teknik Kimia:FTI,2017.Text