// <![CDATA[OPTIMASI EKSTRAKSI ASPAL DARI ASBUTON DENGAN MIKROEMULSI BERBASIS SURFAKTAN ALAMI]]> Maya Ramadianti Musadi, Ir., M.T., Ph.D. Nur Indah Kusuma Wardani /14-2013-092 Penulis Muhammad Rafli Reinaldi 14-2013-111 Dosen Pembimbing 1 Dr. rer. nat. Riny Yolandha Parapat, ST., MT., M.Sc
Ketersediaan aspal alam di Indonesia sangat melimpah yaitu Aspal Buton, namun belum dapat dimanfaatnkan dengan baik, saat ini Indonesia masih mengimpor aspal dari negara lain. Jumlah aspal yang ada di Indonesia yaitu sekitar 677 juta ton, aspal murni maupun modifikasi hasil ekstraksi dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan aspal di Indonesia. Untuk dapat dimanfaatkan sebagaimana aspal minyak maka diperlukan proses pemisahan (ekstraksi) aspal dari batuan aspal Buton. Pada penelitian ini Asbuton akan diekstraksi menggunakan metode mikroemulsi berbasis surfaktan alami. Mikroemulsi terdiri dari campuran surfaktan dan minyak (aspal). Surfaktan alami yang digunakan terdiri dari dua jenis yaitu surfaktan nonionik (Lecithin) dan surfaktan ionik (LAS). Variasi yang digunakan pada ekstraksi terdiri dari temperatur, ukuran partikel, konsentrasi pelarut, konsentrasi surfaktan dan jenis pelarut (kerosene dan solar). Hasil yield aspal modifikasi dengan penggunaan surfaktan Lecithin tertinggi 61,436% dan terkecil 10,779% dan untuk surfaktan LAS yield tertinggi 76,887% dan terkecil 20,410%. Residu yang diperoleh dari hasil ekstraksi diuji menggunakan FTIR. Hasil spektrum FTIR residu dari ekstraksi Asbuton menunjukkan kadar bitumen yang terkandung dalam Asbuton berkurang.