OPTIMASI EKSTRAKSI ASPAL DARI ASBUTON DENGAN MIKROEMULSI BERBASIS SURFAKTAN ALAMI
Ketersediaan aspal alam di Indonesia sangat melimpah yaitu Aspal Buton, namun
belum dapat dimanfaatnkan dengan baik, saat ini Indonesia masih mengimpor aspal dari
negara lain. Jumlah aspal yang ada di Indonesia yaitu sekitar 677 juta ton, aspal murni
maupun modifikasi hasil ekstraksi dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan aspal di
Indonesia. Untuk dapat dimanfaatkan sebagaimana aspal minyak maka diperlukan proses
pemisahan (ekstraksi) aspal dari batuan aspal Buton. Pada penelitian ini Asbuton akan
diekstraksi menggunakan metode mikroemulsi berbasis surfaktan alami. Mikroemulsi terdiri
dari campuran surfaktan dan minyak (aspal). Surfaktan alami yang digunakan terdiri dari dua
jenis yaitu surfaktan nonionik (Lecithin) dan surfaktan ionik (LAS). Variasi yang digunakan
pada ekstraksi terdiri dari temperatur, ukuran partikel, konsentrasi pelarut, konsentrasi
surfaktan dan jenis pelarut (kerosene dan solar). Hasil yield aspal modifikasi dengan
penggunaan surfaktan Lecithin tertinggi 61,436% dan terkecil 10,779% dan untuk surfaktan
LAS yield tertinggi 76,887% dan terkecil 20,410%. Residu yang diperoleh dari hasil ekstraksi
diuji menggunakan FTIR. Hasil spektrum FTIR residu dari ekstraksi Asbuton menunjukkan
kadar bitumen yang terkandung dalam Asbuton berkurang.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2017).OPTIMASI EKSTRAKSI ASPAL DARI ASBUTON DENGAN MIKROEMULSI BERBASIS SURFAKTAN ALAMI ().Teknik Kimia:FTI
Chicago Style
.OPTIMASI EKSTRAKSI ASPAL DARI ASBUTON DENGAN MIKROEMULSI BERBASIS SURFAKTAN ALAMI ().Teknik Kimia:FTI,2017.Text
MLA Style
.OPTIMASI EKSTRAKSI ASPAL DARI ASBUTON DENGAN MIKROEMULSI BERBASIS SURFAKTAN ALAMI ().Teknik Kimia:FTI,2017.Text
Turabian Style
.OPTIMASI EKSTRAKSI ASPAL DARI ASBUTON DENGAN MIKROEMULSI BERBASIS SURFAKTAN ALAMI ().Teknik Kimia:FTI,2017.Text