// <![CDATA[Pembuatan Briket dari Arang Tongkol Jagung dengan Polietilen Tereftalat dan Tepung Kanjisebagai Perekat (Binder)]]> Haryono, S.T., M.T. Carlina D. Ariono, Ir., MT. Diah Ayu Susilowati /14-2013-010 Penulis Diko Anggara Firdaus /14-2013-042 Dosen Pembimbing 1
Salah satu permasalahan yang dihadapi dunia saat ini adalah persediaan bahan bakar minyak dan gas yang semakin menipis. Tongkol jagung yang didalamnya mengandung unsur karbon sangatlah potensial untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif. Dalam hal ini tongkol jagung dikonversi menjadi briket dengan penambahan polyethylene terephtalate sebagai perekat (binder). Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan limbah tongkol jagung, tepung kanji, dan plastikbekas sebagai bahan baku pembuatan briket. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu: perlakuan awal bahan baku berupa pengecilan ukuran tongkol jagung dan polyethylene terephthalate serta pengurangankadar air dari tongkol jagung, karbonisasi tongkol jagung, pengecilan dan seleksi ukuran arang tongkol jagung, pencampuran dan pembriketan serbuk arang tongkol jagung, polyethylene terephthalate, dan tepung kanji, pemanasan briket, dan pengujian kualitas briket. Pada tahap karbonisasi tongkol jagung, suhu karbonisasi dipelajari pada 350, 400, dan 450°C. Serbuk arang tongkol jagung dan polyethylene terephthalate dicampurkan dengan perbandingan sebesar85:15, 90:10, dan 95:5(dalam %b/b) serta penambahan tepung kanji sebesar 7% disetiap briket. Karbonisasi dilakukan selama 30 menit dan pembriketan pada 7 MPa. Briket yang dihasilkan kemudian ditentukan kualitasnya berdasarkan parameter kadar air, volatile matter, kadar abu, dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan nilai kalor, briket dengan nilai kalor tertinggi diperoleh dari tahap karbonisasi pada suhu 450°C dengan perbandingan campuran arang tongkol jagung dan PET sebesar 90:10Pada kondisi-kondisi tersebut diperoleh briket dengan nilai kalor 6121.982 Cal/gram, kadar air 4.74%, kadar abu 5%, dan volatile matter 12%.