// <![CDATA[KAJIAN PERHITUNGAN DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMARAN SUNGAI DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) CIPUNAGARA]]> Diki Prastyo Nugroho / 25-2013-049 Penulis Iwan Juwana, ST., M.EM., Ph.D.
DAS Cipunagara adalah DAS terbesar di Kabupaten Subang dengan sungai utamanya adalah Cipunagara, yang memiliki peran penting untuk kegiatan sekitarnya. Penelitian sebelumnya menunjukkan peningkatan aktivitas di sekitar DAS Cipunagara, terutama di segmen 3, yang menyebabkan kualitas air tersebut menurun. Pentingnya sungai ini akan meningkat seiring dengan rencana pengembangan Waduk Sadawarna dan Cilame untuk digunakan sebagai sumber air baku dan irigasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sumber pencemaran, dan untuk menganalisis daya tampung Sungai Cipunagara terkait dengan potensi beban pencemaran dari daerah aliran sungai selama 5 tahun ke depan. Langkah pertama adalah menghitung status mutu air menggunakan metode indeks pencemar yang tercantum dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 Tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air. Langkah selanjutnya adalah menghitung beban pencemar kondisi eksisting dan proyeksi 5 tahun ke depan dari sektor domestik, pertanian, peternakan dan industri. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa status mutu air di Sungai Cipunagara adalah cemar berat. Potensi beban pencemar yang ada dan yang diproyeksikan di segmen 3 adalah 6.391,21 kg/hari dan 6.743,37 kg/hari untuk BOD, 5.925,6 kg/hari dan 6.989,15 kg/hari untuk COD, 1.295,32 kg/hari dan 1.332,48 kg/hari untuk TSS, 187,55 kg/hari dan 185,09 kg/hari untuk N-Total, dan 65,13 kg/hari dan 61,25 kg/hari untuk P-Total. Hasil ini kemudian dapat digunakan untuk membantu pemerintah daerah dalam menyusun strategi pengendalian pencemaran air di Sungai Cipunagara.