// <![CDATA[FAKTOR - FAKTOR PENYEBAB PENGALIHAN MODA DARI ANGKUTAN PERKOTAAN (ANGKOT) KE MOTOR DI KOTA BANDUNG]]> BIYA MULKY / 242013043 Penulis Ratna Agustina, S.T., M.T., DEA.,
Terjadinya kepadatan lalu lintas di Kota Bandung mengakibatkan masyarakat lebih memilih moda kendaraan pribadi yang lebih efisien. Jumlah kendaraan pribadi di Kota Bandung sendiri semakin lama semakin meningkat. Hal ini diketahui dari 1,5 juta kendaraan bermotor, sekitar 99,5% nya adalah kendaraan pribadi dan 0,5% nya adalah kendaraan umum. Lebih lanjut, sekitar 1,135 juta unit atau sekitar 75% nya tersebut adalah motor dan 376 ribu unit atau sekitar 24,5% adalah mobil pribadi. Dilain sisi terdapat kendaraan umum yaitu angkutan perkotaan (angkot) yang semakin lama semakin di tinggal karena motor dirasa lebih menguntungkan baik dari segi biaya maupun waktu. Dalam mengatasi permasalahan ini maka perlu diketahui terlebih dahulu profil pelaku perjalanan, waktu perjalanan, biaya perjalanan, serta persepsi terhadap angkot dan juga motor agar dapat diketahui faktor apa yang menjadi penyebab utama masyarakat Kota Bandung melakukan alih moda. Adapun data diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner dan melakukan analisis statistik deskriptif serta logit binomial. Hasil yang didapat menyatakan bahwa sebanyak 68% masyarakat memilih kendaraan motor dan 32% memilih kendaraan angkot karena faktor utama seseorang memilih moda adalah waktu tempuh yang singkat. Kata Kunci: angkutan perkotaan (angkot), logit binomial, motor, pemilihan moda, probabilitas, dan statistik deskriptif