// <![CDATA[KAJIAN PERENCANAAN TEMPAT EVAKUASI SEMENTARA (TES) VERTIKAL BENCANA TSUNAMI DI KECAMATAN PALABUHANRATU, KABUPATEN SUKABUMI]]> 0421128201 - Iredo Bettie Puspita, S.T., M.T. RISMAN NURMANSYAH / 242013062 Penulis
Tsunami merupakan bencana yang sangat merusak, dan terjadi dalam waktu yang relatif sangat singkat. Evakuasi tsunami dibatasi oleh waktu yang sangat terbatas, sedangkan jangkauan gelombang bisa sangat jauh ke arah daratan. Masyarakat yang dekat dengan pantai dikhawatirkan tidak mampu menjangkau perbukitan sebagai tempat evakuasi dalam waktu yang singkat. Evakuasi vertikal sebagai Tempat Evakuasi Sementara (TES) dapat menjadi bentuk evakuasi untuk daerah rawan tsunami yang memiliki jarak yang cukup jauh dalam menjangkau tempat aman. Evakuasi vertikal tsunami merupakan upaya untuk menghindari terjangan gelombang tsunami dengan cara naik ke tempat/lantai bangunan yang lebih tinggi dari genangan tsunami. Terkait dengan hal tersebut, maka di Kelurahan Palabuhanratu, Desa Citepus dan Desa Citarik sebagai pusat kegiatan Kecamatan Palabuhanratu yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap bencana tsunami diperlukan penyediaan TES vertikal di tengah-tengah titik populasi dan pada daerah rawan bencana tsunami, sehingga masyarakat di pesisir Kecamatan Palabuhanratu dapat mencapai tempat sementara yang aman dari genangan tsunami dalam jarak dan waktu yang singkat. Saai ini TES eksisting yang tersedia belum mempertimbangkan prinsip-prinsip aman tsunami, oleh sebab itu, perlu adanya sebuah kajian yang bertujuan untuk merencanakan TES vertikal bencana tsunami di Kecamatan Palabuhanratu mempertimbangkan prinsip-prinsip aman tsunami. Metode analisis dalam penelitian ini menghubungkan antara permintaan (demand) penduduk yang perlu dievakuasi dengan ketersediaan (supply) TES vertikal di wilayah penelitian. Terkait dengan hal tersebut, maka ada 4 (empat) tahapan analisis yang akan dilakukan dalam penelitian ini, yaitu identifikasi kondisi eksisting wilayah terkait bangunan potensial sebagai TES vertikal tsunami, identifikasi kebutuhan TES vertikal tsunami jika terjadi bencana tsunami, identifikasi lokasi potensial TES vertikal tsunami tambahan, serta identifikasi alokasi lokasi akhir TES vertikal tsunami terkait area pelayanan dan penentuan rute evakuasi. Berdasarkan hasil analisis pada penelitian ini, waktu evakuasi yang tersedia untuk wilayah penelitian ini 16 menit, kecepatan evakuasi (0,751 m/s), jarak jangkauan evakuasi maksimal 730 meter dari titik populasi serta kapasitas ruang evakuasi adalah 2 org/m2. Di wilayah penelitian terdapat 3 (tiga) bangunan eksisting yang dapat dijadikan sebagai TES vertikal tsunami. Jumlah tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan ruang evakuasi penduduk baik dari area pelayanan berdasarkan waktu tempuh maupun kapasitasnya. Dengan membandingkan area pelayanan dan lokasi potensial untuk TES vertikal tsunami tambahan. Diperoleh 12 TES vertikal tsunami tambahan untuk memenuhi kebutuhan penduduk terhadap ruang evakuasi. Total jumlah TES vertikal di Kecamatan Palabuhanratu sebanyak 15 TES vertikal beserta arah evakuasi untuk melayani seluruh penduduk di wilayah penelitian dalam melakukan evakuasi.