KAJIAN PERENCANAAN TEMPAT EVAKUASI SEMENTARA (TES) VERTIKAL BENCANA TSUNAMI DI KECAMATAN PALABUHANRATU, KABUPATEN SUKABUMI
Tsunami merupakan bencana yang sangat merusak, dan terjadi dalam waktu
yang relatif sangat singkat. Evakuasi tsunami dibatasi oleh waktu yang sangat
terbatas, sedangkan jangkauan gelombang bisa sangat jauh ke arah daratan.
Masyarakat yang dekat dengan pantai dikhawatirkan tidak mampu menjangkau
perbukitan sebagai tempat evakuasi dalam waktu yang singkat. Evakuasi vertikal
sebagai Tempat Evakuasi Sementara (TES) dapat menjadi bentuk evakuasi untuk
daerah rawan tsunami yang memiliki jarak yang cukup jauh dalam menjangkau
tempat aman. Evakuasi vertikal tsunami merupakan upaya untuk menghindari
terjangan gelombang tsunami dengan cara naik ke tempat/lantai bangunan yang
lebih tinggi dari genangan tsunami.
Terkait dengan hal tersebut, maka di Kelurahan Palabuhanratu, Desa
Citepus dan Desa Citarik sebagai pusat kegiatan Kecamatan Palabuhanratu yang
memiliki tingkat risiko tinggi terhadap bencana tsunami diperlukan penyediaan TES
vertikal di tengah-tengah titik populasi dan pada daerah rawan bencana tsunami,
sehingga masyarakat di pesisir Kecamatan Palabuhanratu dapat mencapai tempat
sementara yang aman dari genangan tsunami dalam jarak dan waktu yang singkat.
Saai ini TES eksisting yang tersedia belum mempertimbangkan prinsip-prinsip aman
tsunami, oleh sebab itu, perlu adanya sebuah kajian yang bertujuan untuk
merencanakan TES vertikal bencana tsunami di Kecamatan Palabuhanratu
mempertimbangkan prinsip-prinsip aman tsunami.
Metode analisis dalam penelitian ini menghubungkan antara permintaan
(demand) penduduk yang perlu dievakuasi dengan ketersediaan (supply) TES
vertikal di wilayah penelitian. Terkait dengan hal tersebut, maka ada 4 (empat)
tahapan analisis yang akan dilakukan dalam penelitian ini, yaitu identifikasi kondisi
eksisting wilayah terkait bangunan potensial sebagai TES vertikal tsunami,
identifikasi kebutuhan TES vertikal tsunami jika terjadi bencana tsunami, identifikasi
lokasi potensial TES vertikal tsunami tambahan, serta identifikasi alokasi lokasi
akhir TES vertikal tsunami terkait area pelayanan dan penentuan rute evakuasi.
Berdasarkan hasil analisis pada penelitian ini, waktu evakuasi yang tersedia
untuk wilayah penelitian ini 16 menit, kecepatan evakuasi (0,751 m/s), jarak
jangkauan evakuasi maksimal 730 meter dari titik populasi serta kapasitas ruang
evakuasi adalah 2 org/m2. Di wilayah penelitian terdapat 3 (tiga) bangunan
eksisting yang dapat dijadikan sebagai TES vertikal tsunami. Jumlah tersebut belum
mampu memenuhi kebutuhan ruang evakuasi penduduk baik dari area pelayanan
berdasarkan waktu tempuh maupun kapasitasnya. Dengan membandingkan area
pelayanan dan lokasi potensial untuk TES vertikal tsunami tambahan. Diperoleh 12
TES vertikal tsunami tambahan untuk memenuhi kebutuhan penduduk terhadap
ruang evakuasi. Total jumlah TES vertikal di Kecamatan Palabuhanratu sebanyak
15 TES vertikal beserta arah evakuasi untuk melayani seluruh penduduk di wilayah
penelitian dalam melakukan evakuasi.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2017).KAJIAN PERENCANAAN TEMPAT EVAKUASI SEMENTARA (TES) VERTIKAL BENCANA TSUNAMI DI KECAMATAN PALABUHANRATU, KABUPATEN SUKABUMI ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.KAJIAN PERENCANAAN TEMPAT EVAKUASI SEMENTARA (TES) VERTIKAL BENCANA TSUNAMI DI KECAMATAN PALABUHANRATU, KABUPATEN SUKABUMI ().Teknik Planologi:FTSP,2017.Text
MLA Style
.KAJIAN PERENCANAAN TEMPAT EVAKUASI SEMENTARA (TES) VERTIKAL BENCANA TSUNAMI DI KECAMATAN PALABUHANRATU, KABUPATEN SUKABUMI ().Teknik Planologi:FTSP,2017.Text
Turabian Style
.KAJIAN PERENCANAAN TEMPAT EVAKUASI SEMENTARA (TES) VERTIKAL BENCANA TSUNAMI DI KECAMATAN PALABUHANRATU, KABUPATEN SUKABUMI ().Teknik Planologi:FTSP,2017.Text