// <![CDATA[IDENTIFIKASI KEBERADAAN BANGUNAN RUMAH LIMAS DAN RUMAH GUDANG SERTA PERSEPSI MASYARAKAT MENGENAI BANGUNAN BERSEJARAH (STUDI KASUS:]]> Ira Irawati, S.T., M.T. ANUGRAH DWI CAHYO /242011002 Penulis
Bangunan bersejarah hakekatnya adalah bangunan yang memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan dan kebudayaan serta mempunyai kaitannya dengan peristiwa nasional maupun internasional. Penelitian tergolong dalam metode penelitian Mix-method atau metode yang memadukan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dalam hal pengumpulan data, dan penelitian kuantitatif dalam hal memaparkan mengenai jumlah, bentuk bangunan bersejarah yang tersisa, dan persepsi masyarakat mengenai keberadaan bangunan bersejarah di Kelurahan 3-4 Ulu. Bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah, bentuk bangunan bersejarah khas Rumah Limas dan Rumah Gudang yang masih tersisa, dan persepsi masyarakat mengenai bangunan yang ditempati di Kelurahan 3- 4 Ulu Kota Palembang sebagai akibat dari perkembangan jaman yang terjadi di Kota Palembang. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Historical Significance, analisis Cultural Significance, dan analisis wawancara. Analisis Historical Significance digunakan untuk menjelaskan usia bangunan, nilai sejarah, nilai ekonomi, kelangkaan, dan pengaruh bangunan terhadap lingkungan/ kawasan. Analisis Cultural Significance digunakan untuk mengetahui jenis ornamen, penggunaan material bangunan, jenis ruang interior, penggunaan warna bangunan, penggunaan material bangunan, keberadaan fasade, tata letak ekterior bangunan, dan tata ruang eksterior lingkungan. Analisis wawancara untuk menjelaskan apakah ada perubahan fungsi bangunan, bagian bangunan yang mengalami perubahan, dan persepsi masyarakat mengenai keberadaan bangunan bersejarah yang ditempati kedepannya di Kelurahan 3-4 Ulu. Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa terdapat 19 bangunan bersejarah dari total 23 bangunan yang menjadi objek penelitian di Kelurahan 3-4 Ulu. Hal ini terjadi karena terdapat bagian bangunan yang mengalami perubahan secara signifikan sehingga menyebabkan hilangnya nilai arsitektur bangunan baik pada bangunan khas Rumah Limas maupun Rumah Gudang dan sebanyak 9 bangunan bersejarah paling signifikan untuk dilestarikan. Sebaran pada bangunan bersejarah baik pada Rumah Limas dan Rumah Gudang yang ada di Kelurahan 3-4 Ulu memiliki pola tertentu, sebanyak 9 bangunan menghadap ke arah Sungai Musi atau barat laut berdasarkan arah mata angin, hal ini membuktikan bahwa kehidupan masa lalu masyarakat tepian sungai Musi yang ada di Kelurahan 3-4 Ulu dan keberadaan sungai sebagai jalur transportasi tidak bisa dipisahkan. Tata letak bangunan Rumah Limas secara umum kebanyakan menghadap ke arah Barat dan Timur (baik itu barat daya, barat laut, timur laut, dan tenggara) karena mengandung nilai filosofi Matoari Edoop dan Matoari Mati atau memiliki arti awal mula kehidupan manusia dan akhir kehidupan manusia (kematian) sebagai pertanda akan siklus kehidupan manusia di muka bumi.