IDENTIFIKASI KEBERADAAN BANGUNAN RUMAH LIMAS DAN RUMAH GUDANG SERTA PERSEPSI MASYARAKAT MENGENAI BANGUNAN BERSEJARAH (STUDI KASUS: KELURAHAN 3-4 ULU KOTA PALEMBANG)
Bangunan bersejarah hakekatnya adalah bangunan yang memiliki nilai
penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan dan kebudayaan serta mempunyai kaitannya
dengan peristiwa nasional maupun internasional. Penelitian tergolong dalam metode
penelitian Mix-method atau metode yang memadukan pendekatan kualitatif dan
kuantitatif dalam hal pengumpulan data, dan penelitian kuantitatif dalam hal
memaparkan mengenai jumlah, bentuk bangunan bersejarah yang tersisa, dan
persepsi masyarakat mengenai keberadaan bangunan bersejarah di Kelurahan 3-4
Ulu. Bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah, bentuk bangunan bersejarah khas
Rumah Limas dan Rumah Gudang yang masih tersisa, dan persepsi masyarakat
mengenai bangunan yang ditempati di Kelurahan 3- 4 Ulu Kota Palembang sebagai
akibat dari perkembangan jaman yang terjadi di Kota Palembang. Analisis yang
digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Historical Significance, analisis
Cultural Significance, dan analisis wawancara. Analisis Historical Significance
digunakan untuk menjelaskan usia bangunan, nilai sejarah, nilai ekonomi,
kelangkaan, dan pengaruh bangunan terhadap lingkungan/ kawasan. Analisis
Cultural Significance digunakan untuk mengetahui jenis ornamen, penggunaan
material bangunan, jenis ruang interior, penggunaan warna bangunan, penggunaan
material bangunan, keberadaan fasade, tata letak ekterior bangunan, dan tata ruang
eksterior lingkungan. Analisis wawancara untuk menjelaskan apakah ada perubahan
fungsi bangunan, bagian bangunan yang mengalami perubahan, dan persepsi
masyarakat mengenai keberadaan bangunan bersejarah yang ditempati kedepannya
di Kelurahan 3-4 Ulu.
Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa terdapat 19 bangunan
bersejarah dari total 23 bangunan yang menjadi objek penelitian di Kelurahan 3-4
Ulu. Hal ini terjadi karena terdapat bagian bangunan yang mengalami perubahan
secara signifikan sehingga menyebabkan hilangnya nilai arsitektur bangunan baik
pada bangunan khas Rumah Limas maupun Rumah Gudang dan sebanyak 9 bangunan
bersejarah paling signifikan untuk dilestarikan. Sebaran pada bangunan bersejarah
baik pada Rumah Limas dan Rumah Gudang yang ada di Kelurahan 3-4 Ulu memiliki
pola tertentu, sebanyak 9 bangunan menghadap ke arah Sungai Musi atau barat laut
berdasarkan arah mata angin, hal ini membuktikan bahwa kehidupan masa lalu
masyarakat tepian sungai Musi yang ada di Kelurahan 3-4 Ulu dan keberadaan
sungai sebagai jalur transportasi tidak bisa dipisahkan. Tata letak bangunan Rumah
Limas secara umum kebanyakan menghadap ke arah Barat dan Timur (baik itu barat
daya, barat laut, timur laut, dan tenggara) karena mengandung nilai filosofi Matoari
Edoop dan Matoari Mati atau memiliki arti awal mula kehidupan manusia dan akhir
kehidupan manusia (kematian) sebagai pertanda akan siklus kehidupan manusia di
muka bumi.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2017).IDENTIFIKASI KEBERADAAN BANGUNAN RUMAH LIMAS DAN RUMAH GUDANG SERTA PERSEPSI MASYARAKAT MENGENAI BANGUNAN BERSEJARAH (STUDI KASUS: KELURAHAN 3-4 ULU KOTA PALEMBANG) ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.IDENTIFIKASI KEBERADAAN BANGUNAN RUMAH LIMAS DAN RUMAH GUDANG SERTA PERSEPSI MASYARAKAT MENGENAI BANGUNAN BERSEJARAH (STUDI KASUS: KELURAHAN 3-4 ULU KOTA PALEMBANG) ().Teknik Planologi:FTSP,2017.Text
MLA Style
.IDENTIFIKASI KEBERADAAN BANGUNAN RUMAH LIMAS DAN RUMAH GUDANG SERTA PERSEPSI MASYARAKAT MENGENAI BANGUNAN BERSEJARAH (STUDI KASUS: KELURAHAN 3-4 ULU KOTA PALEMBANG) ().Teknik Planologi:FTSP,2017.Text
Turabian Style
.IDENTIFIKASI KEBERADAAN BANGUNAN RUMAH LIMAS DAN RUMAH GUDANG SERTA PERSEPSI MASYARAKAT MENGENAI BANGUNAN BERSEJARAH (STUDI KASUS: KELURAHAN 3-4 ULU KOTA PALEMBANG) ().Teknik Planologi:FTSP,2017.Text