// <![CDATA[REVITALISASI SEJARAH ARSITEKTURAL BANGUNAN CAGAR BUDAYA BANDUNG KEPADA GENERASI MUDA MELALUI MOBILE GAME]]> Aries Kurniawan, M.Sn Aditya Januarsa, M.Ds. Astri Noviani / 33-2010-025 Penulis
Bangunan Cagar budaya merupakan salah satu contoh dari Pusaka Saujana. Selain berperan sebagai saksi bisu peristiwa sejarah, Bangunan Cagar Budaya juga berperan menjadi identitas dari sebuah daerah, maka dari itu keberadaannya tidak dapat dipisahkan. Bandung selain dikenal sebagai Kota wisata, Bandung juga terkenal akan Bangunan Cagar Budayanya. Saat ini terhitung ada 637 bangunan cagar budaya yang dibangun pada masa kolonial Belanda dan lokasinya tersebar diseluruh Kota Bandung, namun baru 100 bangunan yang dilindungi. Berdasarkan hasil kuisioner kepada responden masyarakat muda yang berdomisili di Kota Bandung, 68% masyarakat Kota Bandung tidak mengetahui banyak mengenai sejarah arsitektural bangunan cagar budaya. Seperti diungkapkan oleh Iwan hermawan, sekretaris BPMD, kurangnya pengenalan sejarah kota kepada generasi muda dapat menyebabkan banyaknya masyarakat muda yang tidak mengenal bagaimana lika-liku perjalanan kotanya. Sehingga dapat memudarkan semangat nasionalisme dan rasa kepedulian generasi muda terhadap tempat ia menetap, padahal rasa kepedulian dan rasa kecintaan tersebut merupakan modal utama dalam pembangunan kota di era otonomi daerah seperti sekarang ini. Kendala yang tengah dihadapi saat ini adalah keberadaan media yang dapat dengan mudah diakses oleh generasi muda dalam mengenal keberadaan dan cerita dibalik bangunan cagar budaya. Oleh karena itu, pengenalan kembali sejarah bangunan cagar budaya dalam bentuk rancangan mobile game ini dimaksudkan sebagai solusi awal dalam penyediaan media informasi dan edukasi yang dapat dengan mudah diakses oleh generasi muda dalam membantu generasi muda mengenal sejarah Bangunan cagar budaya agar tidak hanya dipandang sebagai bangunan tua biasa.