// <![CDATA[PENENTUAN KRITERIA KLASIFIKASI SISTEM MANUFAKTURUNTUK TRADITIONAL, LEAN, AGILE, DAN LEAGILE MANUFACTURING PADA INDUSTRI KOMPONEN OTOMOTIF]]> 0422117502 - Rispianda , S.T., M.T., M.Phiil. Dosen Pembimbing 2 Muhammad Abdut Tawwab /13-2013-087 Penulis 0419077603 - Edi Susanto S.T, M.M. Dosen Pembimbing 1
Pesatnya pertumbuhan industri otomotif memicu pertumbuhan industri komponen otomotif. Saat ini industri otomotif Indonesia masih kalah bersaiang dengan negara lain, terutama dengan Thailand di Asia Tenggara. Salah satu faktornya karena kurang mendukungnya industri kompoenen otomotif dalam negeri karena lemahnya daya saing karena faktor inefisiensi, kualitas, biaya dan faktor lain akibat masih buruknya sistem manufaktur yang diterapkan. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan pembinaan terhadap sistem maufaktur industri komponen otomotif dalam negeri. Agar mempermudah, maka seluruh industri komponen otomotif perlu dikelompokkan berdasarkan sistem manufaktur traditional, lean, agile, dan leagile sehingga pemerintah akan lebih terarah dalam melakukan pembinaan. Pengkalsifikasian dilakukan dengan menggunakan pendekatan analytical hierarchy process dan logika fuzzy. Hasilnya perusahaan komponen otomotif dapat diklasifikasikan berdasarkan kriteria lead time, biaya, kualitas, pelayanan, eliminasi pemborosan, sensitivias terhadap pasar, fleksiblitas, dan teknologi informasi.