// <![CDATA[USULAN UNTUK MENGURANGI WASTE PROSES PRODUKSI MENGGUNAKAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING DI PT. BRODO GANESHA INDONESIA]]> 0430056901 - Emsosfi Zaini, Ir., M.T Dosen Pembimbing 1 GAVIN GARIZA /13-2012-191 Penulis
PT. Brodo Ganesha Indonesia adalah salah satu perusahaan yang memproduksi sepatu dengan bahan baku kulit. Sampai saat ini, Brodo footwear sudah mengelurkan sekitar delapan item model yang punya kekhasan tersendiri. Produk yang diteliti di perusahaan adalah sepatu parang dan sepatu boots. PT. Brodo Ganesha Indonesia memiliki masalah yang terjadi di lini produksi untuk pembuatan sepatu kulit. Selama ini banyaknya produk cacat di perusahaan dikarenakan bahan baku yang cacat, proses pengerjaan yang kurang baik, lalu adanya waktu menunggu dalam proses produksi, waktu menunggu ini bukan hanya operator saja, namun waktu menunggu SPK (Surat Perintah Kerja) untuk memesan bahan baku, produk setengah jadi yang menunggu untuk proses selanjutnya, dan lain-lain. Untuk mengurangi pemborosan yang terjadi pada perusahaan, dilakukan identifikasi waste menggunakan metode waste assessment model (WAM). Setelah dilakukan identifikasi menggunakan WAM didapat 5 peringkat waste yang paling dominan dari diagram pareto. Lean manufacturing merupakan konsep yang digunakan untuk memperbaiki sistem dan mengurangi waste yang ada di perusahaan. Karena lean manufacturing adalah suatu upaya terus-menerus untuk menghilangkan pemborosan (waste) dan meningkatkan nilai tambah (value added) produk atau meningkatkan aktivitas yang efisien agar memberikan nilai kepada pelanggan. Berdasarkan hasil identifikasi waste menggunakan Waste Assessment Model, didapat waste dengan peringkat 5 terbesar dari diagram pareto, peringkat yang pertama yaitu waste defect dengan persentase 23,65%, yang kedua adalah waste waiting dengan persentase 17,26%, yang ketiga adalah waste inventory dengan persentase 14,59%, yang keempat adalah waste motion dengan persentase 13,99%, dan yang kelima adalah waste overproduction dengan persentase 12,01%. Usulan perbaikan untuk meminimasi defect waste operator harus melakukan settingan awal mesin dengan benar dan melakukan kegiatan maintenance mesin secara rutin. Usulan perbaikan Untuk meminimasi waiting waste, perusahan melakukan perjanjian dengan pihak supplier, jika supplier telat mengirim bahan baku supplier tersebut harus dikenakan penalty. Usulan perbaikan untuk meminimasi inventory waste dengan menerapkan prinsip 5S. Untuk meminimasi motion waste dengan cara menyusun bahan baku di rak dan diberi label sesuai dengan kategori bahan baku. Untuk meminimasi overproduction waste perusahaan harus mempunyai rekapan data produk yang yang akan dibuat dan rekapan data produk yang telah selesai dibuat.