USULAN UNTUK MENGURANGI WASTE PROSES PRODUKSI MENGGUNAKAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING DI PT. BRODO GANESHA INDONESIA
PT. Brodo Ganesha Indonesia adalah salah satu perusahaan yang memproduksi
sepatu dengan bahan baku kulit. Sampai saat ini, Brodo footwear sudah mengelurkan
sekitar delapan item model yang punya kekhasan tersendiri. Produk yang diteliti di
perusahaan adalah sepatu parang dan sepatu boots. PT. Brodo Ganesha Indonesia
memiliki masalah yang terjadi di lini produksi untuk pembuatan sepatu kulit. Selama ini
banyaknya produk cacat di perusahaan dikarenakan bahan baku yang cacat, proses
pengerjaan yang kurang baik, lalu adanya waktu menunggu dalam proses produksi,
waktu menunggu ini bukan hanya operator saja, namun waktu menunggu SPK (Surat
Perintah Kerja) untuk memesan bahan baku, produk setengah jadi yang menunggu
untuk proses selanjutnya, dan lain-lain.
Untuk mengurangi pemborosan yang terjadi pada perusahaan, dilakukan
identifikasi waste menggunakan metode waste assessment model (WAM). Setelah
dilakukan identifikasi menggunakan WAM didapat 5 peringkat waste yang paling
dominan dari diagram pareto. Lean manufacturing merupakan konsep yang digunakan
untuk memperbaiki sistem dan mengurangi waste yang ada di perusahaan. Karena lean
manufacturing adalah suatu upaya terus-menerus untuk menghilangkan pemborosan
(waste) dan meningkatkan nilai tambah (value added) produk atau meningkatkan
aktivitas yang efisien agar memberikan nilai kepada pelanggan. Berdasarkan hasil
identifikasi waste menggunakan Waste Assessment Model, didapat waste dengan peringkat 5
terbesar dari diagram pareto, peringkat yang pertama yaitu waste defect dengan persentase
23,65%, yang kedua adalah waste waiting dengan persentase 17,26%, yang ketiga adalah waste
inventory dengan persentase 14,59%, yang keempat adalah waste motion dengan persentase
13,99%, dan yang kelima adalah waste overproduction dengan persentase 12,01%.
Usulan perbaikan untuk meminimasi defect waste operator harus melakukan
settingan awal mesin dengan benar dan melakukan kegiatan maintenance mesin secara
rutin. Usulan perbaikan Untuk meminimasi waiting waste, perusahan melakukan
perjanjian dengan pihak supplier, jika supplier telat mengirim bahan baku supplier
tersebut harus dikenakan penalty. Usulan perbaikan untuk meminimasi inventory waste
dengan menerapkan prinsip 5S. Untuk meminimasi motion waste dengan cara
menyusun bahan baku di rak dan diberi label sesuai dengan kategori bahan baku. Untuk
meminimasi overproduction waste perusahaan harus mempunyai rekapan data produk
yang yang akan dibuat dan rekapan data produk yang telah selesai dibuat.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2017).USULAN UNTUK MENGURANGI WASTE PROSES PRODUKSI MENGGUNAKAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING DI PT. BRODO GANESHA INDONESIA ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.USULAN UNTUK MENGURANGI WASTE PROSES PRODUKSI MENGGUNAKAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING DI PT. BRODO GANESHA INDONESIA ().Teknik Industri:FTI,2017.Text
MLA Style
.USULAN UNTUK MENGURANGI WASTE PROSES PRODUKSI MENGGUNAKAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING DI PT. BRODO GANESHA INDONESIA ().Teknik Industri:FTI,2017.Text
Turabian Style
.USULAN UNTUK MENGURANGI WASTE PROSES PRODUKSI MENGGUNAKAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING DI PT. BRODO GANESHA INDONESIA ().Teknik Industri:FTI,2017.Text