// <![CDATA[ANALISIS TINGKAT KELELAHAN DAN TINGKAT KANTUK PETUGAS PENGUMPUL TOL PADA PINTU GERBANG TOL BUAH BATU DENGAN METODE SUBJEKTIF]]> Arie Desrianty, S.T, MT. Dosen Pembimbing 1 AUDIA GHIFFARY /13-2013-227 Penulis
Jalan tol merupakan jalan yang secara sengaja dibuat untuk mempermudah akses dari satu tempat ke tempat lainnya, dimana penggunanya diharuskan membayar bea untuk melaluinya. PT Jasa Marga (Persero) Tbk. adalah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi jalan bebas hambatan. Salah satu proyek yang telah dikerjakan dan sedang dikelola sekarang adalah jalan tol Purbaleunyi (Purwakarta-Bandung-Cileunyi). Gerbang tol Buah Batu adalah salah satu pintu gerbang tol yang cukup padat, terdapat sekitar 7000 hingga 7500 unit mobil yang keluar di pintu tol Buah Batu per shift-nya. Volume kendaraan yang tinggi di setiap gerbang tol, membuat para operator melakukan pekerjaan yang sama selama shift kerjanya. Rutinitas yang berulang setiap harinya yang akan membuat operator merasa bosan dengan pekerjaannya sehingga operator akan semakin kehilangan fokus dan pada akhirnya menyebabkan operator kelelahan dan mengantuk. Kelelahan dan juga rasa kantuk adalah salah satu faktor yang dapat membuat tingkat konsentrasi dan kinerja dari operator menurun. Penelitian dilakukan untuk melihat seberapa besar pekerjaan yang dilakukan operator mempengaruhi beban kerja mental dari operator, khususnya untuk tingkat kelelahan dan tingkat kantuk Metode penelitian beban kerja mental yang digunakan adalah metode subjektif, yaitu menggunakan metode Subjective Self Rating Test (SSRT) dan Karolinska Sleepiness Scale (KSS). SSRT merupakan metode untuk mengukur tingkat kelelahan operator sedangkan KSS adalah metode untuk mengukur tingkat kantuk dari operator. Pengukuran dilakukan sebanyak 2 kali untuk setiap responden, yaitu sebelum dan sesudah bekerja. Berdasarkan hasil pengolahan data, uji kolmogorov-smirnov digunakan untuk melihat apakah data yang didapat berdistribusi normal, uji peringkat bertanda wilcoxon digunakan untuk membandingkan apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah bekerja, dan pada shift pagi dan shift siang, uji korelasi koefisien peringkat spearman digunakan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara tingkat kelelahan dan tingkat kantuk. Hasil uji statistik tersebut digunakan untuk analisis dan dikaitkan dengan teori pendukung untuk memperkuatnya.