// <![CDATA[PROTOTYPE OF ORIENTATION AND MOBILITY AIDS FOR THE VISUALLY IMPAIRED IN THE ZEBRA CROSSWITH VISIBLE LIGHT COMMUNICATION (VLC)]]> 0404037202 - Ratna Susana, M.T. Dosen Pembimbing 2 0401058701 - Arsyad R. Darlis, S.T, M.T. Dosen Pembimbing 1 TRIANI RAKHMANIAH SHOLIHAH /11 – 2012 – 069 Penulis
Dalam penelitian ini dilakukan perancangan dan implementasi prototype dari alat bantu orientasi dan mobilitas untuk penyandang tunanetra di zebra cross dengan menggunakan sistem Visible Light Communication (VLC). Alat bantu yang diimplementasikan berupa prototype jalan zebra cross yang didalamnya terdapat rangkaian transmitter VLC dan prototype tongkat tunanetra yang meliputi rangkaian receiver VLC. Evaluasi sistem berdasarkan sensitivitas jarak antara transmitter VLC dengan receiver VLC, dengan akurasi sistem mempertimbangkan sudut, gangguan, dan kondisi lingkungan di zebra cross. Evaluasi dilakukan untuk dua jenis kondisi lingkungan yaitu kondisi pada siang hari dan kondisi pada malam hari. Berdasarkan hasil pengujian dan analisis didapatkan bahwa sistem memiliki kinerja yang baik, dengan perbandingan tegangan output maksimal didapatkan 4.88 volt peak to peak dan tegangan referensi sebesar 5 volt peak to peak yaitu pada jarak 10 cm dengan kondisi sudut 90˚. Sedangkan kinerja sistem untuk sudut ukur antara permukaan prototype zebra cross dengan bagian bawah prototype tongkat tunanetra didapatkan bahwa sistem memiliki kinerja yang baik, dengan ukuran sudut sebesar 90˚, tanpa adanya gangguan, dan kondisi pada malam hari dengan nilai tegangan output maksimal sebesar 3.88 volt peak to peak. Hasil pengujian berdasarkan sudut dalam kondisi lingkungan ketika siang hari dan malam hari menunjukan bahwa data hasil tegangan output dengan adanya gangguan lebih besar dibandingkan dengan data hasil tegangan output tanpa adanya gangguan hanya untuk sudut 50º. Data hasil menunjukan bahwa dengan adanya gangguan tegangan menjadi meningkat khusus untuk sudut 50º dikarenkan adanya noise dari sinar gangguan yang masuk dalam photodiode ketika tongkat tunanetra bagian bawah/rangkaian receiver diposisikan miring sebesar sudut 50º.