// <![CDATA[STUDI KELAYAKAN EKONOMI PADA SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BIOMASSA KOTORAN SAPI BERKAPASITAS 100KW DI PETERNAKAN SAPI]]> Indradjaja,S.T Dosen Pembimbing 2 Muhammad Ridwan, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 ERVAN REMONDY KISMANTARA /12-2013-015 Penulis
Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa berfungsi mengubah bahan bakar organik (limbah) menjadi energi listrik dan salah satu bahan bakar dari Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa adalah kotoran sapi. Usaha peternakan sapi di Kabupaten Cianjur memiliki potensi memproduksi energi listrik dari jumlah kotoran sapi (biomassa) yang didapat. Studi kelayakan ekonomi Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa di peternakan sapi Kabupaten Cianjur perlu dilakukan guna mengetahui apakah Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa tersebut memenuhi kriteria kelayakan ekonomi untuk dilaksanakan. Biaya investasi yang dikeluarkan untuk perencanaan pembangunan sistem pembangkit listrik tenaga biomassa berkapasitas 100kW sebesar Rp. 2.070.994.400,00. Dengan menggunakan dua alternatif investasi yaitu dengan cara peminjaman dana ke bank dan menggunakan dana perusahaan. Dalam 10 tahun nilai NPV untuk peminjaman bank sebesar Rp. 1.470.136.573,00, nilai IRR = 6%, dan Payback Period terjadi pada tahun 8 – 9. Alternatif investasi menggunakan dana perusahaan selama 10 tahun mendapatkan nilai NPV sebesar Rp. 925.630.384,00 dengan nilai IRR = 3% dan Payback Period terjadi pada tahun 9 - 10.