// <![CDATA[PENGUJIAN MESIN PENCACAH KOTORAN SAPI DAN REAKTOR DOWNDRAFT BIOMASSA KOTORAN SAPI]]> 0401097601 - Muhammad Ridwan, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 Indradjaja S.T. Dosen Pembimbing 2 Indra Ramadinata / 12-2013-031 Penulis
Pembangkit listrik tenaga biomassa adalah pembangkit listrik dengan energi alternatif yang memanfaatkan bahan organik, dalam hal ini kotoran sapi. Kotoran sapi ini kemudian diolah dengan cara dikeringkan, dicacah dan kemudian dimasukan ke dalam reaktor sehingga dapat manghasilkan syngas. Syngas inilah yang pada akhirnya dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk memutar turbin. Seberapa besar daya yang dapat dibangkitkan sangat bergantung dari debit aliran biogas dan kandungan dari biogas itu sendiri. Maka dilakukan proses pengujian untuk mengetahui performa reaktor berupa debit menggunakan anemometer, temperatur menggunakan thermocouple, dan hasil analisa kandungan gas yang dikeluarkan reaktor menggunakan alat gas chromatography. Dari data-data tersebut dapat diperoleh daya yang dapat dibangkitkan oleh reaktor tersebut. Selain itu dibutuhkan juga kapasitas produksi dan efisiensi dari mesin pencacah. Kapasitas produksi mesin pencacah diperoleh dari menguji massa yang keluar pencacah dan waktu pencacahan. Sedangkan efisiensi diperoleh dari menguji massa masuk dan keluar dari pencacah. Setelah pengujian, diperoleh temperatur ruang bakar 580 °C dan debit sebesar 0,285 m3/s. Komposisi dari gas keluar yaitu acetylene 58,16 %, hexane 27,66 %, butane 6,38 %, dan methane 7,8 %. Sehingga dapat dihitung bahwa daya yang dibangkitkan oleh reaktor sebesar 342 kW. Selain itu diperoleh kapasitas produksi sebesar 2,2 kg/jam dan efisiensi sebesar 62,5%.