// <![CDATA[MODIFIKASI MATA PISAU MESIN PENEPUNG ATC (ALKALI TREATED COTTONI) DENGAN GARIS MATA POTONG PISAU PADA ARAH RADIAL]]> YULIANSYAH /12-2012-165 Penulis Marsono, ST,. MT. Dosen Pembimbing 1
Karagenan adalah senyawa hidrokoloid yang diekstrasi dari rumput laut merah jenis euchema cottoni, yang dapat digunakan untuk meningkatkan kestabilan bahan pangan dalam industri makanan. Proses pengolahan rumput laut menjadi keragenan memiliki beberapa langkah yang harus dilakukan, proses alkalisasi dan pengeringan dengan hasil yang diperoleh, yaitu ATC (Alkali Treated Cottoni). ATC adalah produk setengah jadi dari karagenan. ATC yang telah dikeringkan harus melalui tahapan pencacahan dan penepungan untuk mendapatkan ATC dalam bentuk tepung, agar mudah diaplikasikan di dalam pengolahan makanan. ATC yang telah dijadikan tepung ini dikenal dengan nama SRC (Semi Refined Carrageenan). Tepung ATC atau SRC juga dapat diolah lebih lanjut menjadi karagenan murni atau RC (Refined Carrageenan). Untuk mencapai bentuk tepung ini, mesin penepung memiliki peran yang penting, namun sayangnya mesin penepung ATC ini cukup sulit untuk didapatkan di pasaran Indonesia. Sementara industri pengolahan rumput laut menjadi karagenan di Indonesia sampai saat ini masih sangat tertutup sehingga sulit untuk meniru teknologi yang dipakai di industri tersebut. Pada penelitian sebelumnya [Wahyu, 2016] dan [Ryan, 2017] telah dibuat mesin penepung ATC dengan metoda disk mill namun belum memberikan hasil yang diinginkan. Mesin yang telah dibuat pada penelitian sebelumnya hanya dapat menghasilkan tepung, yaitu berukuran 1-10 mm. Oleh karena itu, untuk memenuhi tuntutan pasar yang mengingkan hasil tepung yang lebih halus, maka penelitian tersebut akan dilanjutkan, yaitu dengan melakukan modifikasi pisau penepung ATC untuk diterapkan pada mesin yang sudah ada.