// <![CDATA[MODIFIKASI PISAU PADA MESIN PENEPUNG ATC (ALKALI TREATED COTTONI) DENGAN GARIS MATA POTONG PADA SUDUT 33o DARI ARAH RADIAL]]> Marsono, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 Muhammad Ridwan, ST., MT. Dosen Pembimbing 2 Erik Puji Nugraha /12-2012-060 Penulis
Karagenan adalah senyawa hidrokoloid yang diekstrasi dari rumput laut merah jenis euchema cottoni, yang dapat digunakan untuk meningkatkan kestabilan bahan pangan berbentuk suspense (disperse padatan dalam cairan), emulsi (disperse gas dalam cairan) dan dapat digunakan untuk bahan penstabil. Proses pengolahan rumput laut menjadi keragenan memiliki beberapa langkah yang harus dilakukan, proses alkalisasi dan pengeringan dengan hasil yang diperoleh adalah ATC (Alkali Treated Cottoni). ATC akan dicacah menjadi ukuran lebih kecil kemudian dilakukan proses penepungan agar mudah diekstrasi menjadi keragenan. Kebutuhan yang tinggi dalam industri food grade pengolah makanan. ATC akan dicacah menjadi ukuran lebih kecil, karena bentuk tepung yang sudah dicacah mempermudah aplikasi penggunaanya dalam pengolahan makanan. Rumput laut yang sudah dialkalisasi (ATC) memiliki tekstur yang sangat keras dan ulet, menjadikan ATC sangat sulit dibuat tepung. Proses penepungan dilakukan dengan menggunakan mesin penepung yang berupa potongan rumput laut kering menjadi serbuk dengan menggunakan mekanisme gaya gesek pada pisau mesin penepung. Sebelumnya mesin penepung rumput laut ini telah dirancang dan dibuat namun masih memiliki kekurangan dari ukuran tepung yang masih belum sesuai dengan yang diinginkan. Maka untuk memenuhinya akan dimodifikasi kembali rancangan mata pisau mesin penepung rumput laut untuk memperbaiki kekurangan dengan memenuhi kriteria kekasaran tepung yang diinginkan, yaitu dengan bentuk radial dari mata pisau dan juga jarak terluar dari mata pisau dibuat serapat mungkin, yaitu 1 mm dengan harapan didapat kekasaran 80 mesh atau 0,177 mm.