PENGARUH VARIASI JARAK MUKA DAN BELAKANG TERHADAP KETELITIAN BEDA TINGGI TRIGONOMETRIK METODE LEAPFROG
Metode trigonometrik dapat digunakan menjadi alternatif dalam penentuan beda tinggi antara dua titik jika lokasi pengukuran di lapangan tidak memungkinkan untuk menggunakan metode sipat datar. Penentuan beda tinggi trigonometrik metode leapfrog menempatkan alat diantara dua titik yang akan dicari beda tingginya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jarak muka dan belakang terhadap ketelitian beda tinggi trigonometrik metode leapfrog. Langkah-langkah yang dilakukan pada penelitian ini adalah menentukan panjang jarak antara dua titik 100 meter dan mendesain variasi jarak; melakukan pengukuran data yang diambil tinggi target, jarak miring dan sudut zenith; menghitung beda tinggi dan ketelitian beda tinggi (perambatan kesalahan); dan menganalisis pengaruh variasi jarak muka dan belakang terhadap ketelitian beda tinggi serta parameter-parameter yang mempengaruhi. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa variasi ketelitian jarak miring serta sudut zenith ke muka dan belakang tidak mempengaruhi ketelitian beda
tinggi. Hasil ketelitian beda tinggi yang rendah dipengaruhi oleh panjangnya jarak miring yang melebihi jarak 50 meter.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2018).PENGARUH VARIASI JARAK MUKA DAN BELAKANG TERHADAP KETELITIAN BEDA TINGGI TRIGONOMETRIK METODE LEAPFROG ().Teknik Geodesi:FTSP
Chicago Style
.PENGARUH VARIASI JARAK MUKA DAN BELAKANG TERHADAP KETELITIAN BEDA TINGGI TRIGONOMETRIK METODE LEAPFROG ().Teknik Geodesi:FTSP,2018.Text
MLA Style
.PENGARUH VARIASI JARAK MUKA DAN BELAKANG TERHADAP KETELITIAN BEDA TINGGI TRIGONOMETRIK METODE LEAPFROG ().Teknik Geodesi:FTSP,2018.Text
Turabian Style
.PENGARUH VARIASI JARAK MUKA DAN BELAKANG TERHADAP KETELITIAN BEDA TINGGI TRIGONOMETRIK METODE LEAPFROG ().Teknik Geodesi:FTSP,2018.Text