// <![CDATA[ANALISIS SEDIMENTASI DENGAN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT (Studi Kasus:]]> Muhammad Farid Nuriono / 23-2013-100 Penulis 0412017610 - Dr. Soni Darmawan, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1
Muara Sungai Cipunagara merupakan wilayah yang berada dihilir Sungai Cipunagara, berbatasan langsung dengan Laut Jawa lokasi tersebut berpotensi terkena dampak material endapan yang terbawa dari sungai dan laut yang mengakibatkan pembetukan sedimen. Oleh karena itu diperlukan penelitian analisis sedimentasi menggunakan teknologi penginderaan jauh untuk mengetahui dampak yang terjadi. Adapun data yang digunakan adalah citra satelit Landsat 5 TM tahun 1988, citra satelit Landsat 5 TM tahun 2000, citra satelit Landsat 8 OLI&TIRS tahun 2016 dan 2017. Tujuan dari penelitian ini adalah memahami pembuatan model algoritma untuk mengetahui volume sedimentasi menggunakan data citra satelit dengan metode BILKO, AGSO, Jing Li, dan Lemigas. Mengetahui metode terbaik yang digunakan untuk analisis sedimentasi serta menghitung luas dan laju sedimentasi dalam waktu yang telah ditentukan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan metode Jing Li memiliki nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0.982 terhadap nilai data lapangan, sehingga metode Jing Li merupakan metode yang terbaik dibandingkan tiga metode yang lainnya. Pengendapan sedimen terbesar yang terjadi di muara Sungai Cipunagara terjadi pada tahun 1988 – 2000 dengan pertambahan luas sedimentasi sebesar 2592 ha. Adapun laju sedimentasi pada tahun 1988 – 2016 sebesar 154.82 ha/tahun.