ANALISIS PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN PRA DAN PASCA BENCANA LETUSAN GUNUNG API MERAPI DI KABUPATEN SLEMAN PROVINSI DIY (Studi Kasus : Kecamatan Turi dan Pakem Khususnya Desa Donokerto, Purwobinangun dan Candibinangun)
Indonesia merupakan salah satu negara yang dilewati oleh cincin api pasifik. Dimana Indonesia memiliki titik lokasi Gunungapi di beberapa daerah, salah satunya adalah Gunung Merapi. Gunung Merapi terletak di Provinsi DIY, dan meletus pada tanggal 26 Oktober 2010, letusan Gunung Merapi menimbulkan korban sebanyak 347 jiwa berdasarkan data BPS ( Badan Pusat Statistik ), selain itu terjadi juga perubahan guna lahan yang menyita perhatian pemerintah setempat guna untuk melakukan pembangunan selanjutnya. Maka dari itu diperlukan adanya pembuatan peta perubahan tata guna lahan pada Gunungapi Merapi.
Pembuatan peta perubahan guna lahan dilakukan dengan perbandingan dua Citra pada tahun 2009 dan 2011 dimana citra yang digunakan yaitu Citra Landsat 5 TM tahun 2009 dan 2011. Lalu dilakukan pembuatan kelas yaitu pemukiman, sawah, perkebunan, vegetasi atau semak, tutupan awan dan hutan. Setelah itu akan dilakukan perhitungan luasan.
Pada analisis yang dilakukan diketahui luas area pemukiman pada citra tahun 2009 sebesar 413,234 Ha dan 2011 sebesar 428,958 Ha mengalami perbedaan yaitu adanya penambahan luas permukiman sebesar 15.73 Ha, sedangkan luas area persawahan pada citra tahun 2009 sebesar 473,108 Ha dan 2011 sebesar 496,920 Ha mengalami perbedaan yaitu adanya penambahan luas persawahan yaitu 23.812 Ha, luas area semak pada citra tahun 2009 sebesar 651,576 Ha, dan 2011 sebesar 677,767 Ha mengalami perbedaan yaitu penambahan luasan sebesar 26 Ha, pada luas area perkebunan pada tahun 2009 sebesar 696,114 Ha, dan pada tahun 2011 sebesar 653,111 Ha, dan mengalami pengurangan sebesar 43 Ha, pada area hutan pada tahun 2009 luas area sebesar 444,545 Ha dan pada tahun 2011 sebesar 262,803 Ha, mengalami pengurangan luasan 181 Ha. Dan diketahui jumlah penduduk pada tahun 2000, 2009 dan 2011 mengalami penambahan tiap tahun dan mempengaruhi kenaikan luasan area pemukiman.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2018).ANALISIS PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN PRA DAN PASCA BENCANA LETUSAN GUNUNG API MERAPI DI KABUPATEN SLEMAN PROVINSI DIY (Studi Kasus : Kecamatan Turi dan Pakem Khususnya Desa Donokerto, Purwobinangun dan Candibinangun) ().Teknik Geodesi:FTSP
Chicago Style
.ANALISIS PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN PRA DAN PASCA BENCANA LETUSAN GUNUNG API MERAPI DI KABUPATEN SLEMAN PROVINSI DIY (Studi Kasus : Kecamatan Turi dan Pakem Khususnya Desa Donokerto, Purwobinangun dan Candibinangun) ().Teknik Geodesi:FTSP,2018.Text
MLA Style
.ANALISIS PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN PRA DAN PASCA BENCANA LETUSAN GUNUNG API MERAPI DI KABUPATEN SLEMAN PROVINSI DIY (Studi Kasus : Kecamatan Turi dan Pakem Khususnya Desa Donokerto, Purwobinangun dan Candibinangun) ().Teknik Geodesi:FTSP,2018.Text
Turabian Style
.ANALISIS PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN PRA DAN PASCA BENCANA LETUSAN GUNUNG API MERAPI DI KABUPATEN SLEMAN PROVINSI DIY (Studi Kasus : Kecamatan Turi dan Pakem Khususnya Desa Donokerto, Purwobinangun dan Candibinangun) ().Teknik Geodesi:FTSP,2018.Text