// <![CDATA[ADSORPSI ION LOGAM Cu(II) DAN Ni(II) MENGGUNAKAN FLY ASH BATUBARA BAIK DIGUNAKAN SECARA LANGSUNG MAUPUN FLY ASH BATUBARA YANG DIBUAT SEBAGAI ZEOLIT SINTETIS]]> 0431105501 - Marthen Luther Doko, Ir., M.T Dosen Pembimbing 2 0024095401 - Suparman Juhanda, Ir.,M.Eng . Dosen Pembimbing 1 Ristian Al Munawaroh /14 – 2013 – 056 Penulis Septian Erlangga Pratama /14 – 2013 – 067 Penulis
Limbah logam berat sangatlah berbahaya bagi lingkungan karena merusak ekosistem lingkungan. Salah satu limbah logam berat yang berbahaya bagi lingkungan yaitu limbah logam Cu(II) dan Ni(II). Logam ini harus diambil agar tidak merusak ekosistem lingkungan. Disisi lain limbah hasil pembakaran batubara salah satunya limbah abu terbang atau fly ash batubara sangat melimpah. Maka dari itu fly ash batubara dijadikan sebagai adsorben untuk mengadsorpsi ion logam berat salah satunya untuk logam berat Cu(II) dan Ni(II). Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh waktu kontak dan berat adsorben terhadap limbah terhadap persen penyisihan, serta menentukan kondisi terbaik untuk adsorpsi ion logam Cu(II) dan Ni(II) menggunakan fly ash batubara. Dan melakukan perbandingan dengan menggunakan fly ash batubara yang dibuat sebagai zeolit sintetis. Tahapan pembuatan zeolit dari fly ash batubara meliputi proses ageing/pencampuran fly ash dengan NaOH 5M dengan kecepatan pengadukan 800 rpm pada suhu 47 oC selama 48 jam dan proses reaksi hidrotermal pada suhu 140 oC selama 48 jam. Fly ash batubara dan fly ash yang dimodifikasi menjadi zeolit sintetis tersebut selanjutnya akan dijadikan adsorben ion logam berat Cu(II) dan Ni(II). Proses adsorpsi dilakukan dengan volume limbah 500mL dengan konsentrasi 100 ppm dan kecepatan pengadukan 120 rpm.[32]. Waktu kontak dan berat adsorben optimum yang diperoleh ion logam Cu(II) adalah 60 menit dan 4 gram dan untuk ion logam Ni(II) adalah 60 menit dan 5 gram. Pada adsorpsi ion logam Cu(II) persen penyisihan menunjukkan hasil yang lebih baik dengan menggunakan zeolit sintetis dari fly ash batubara yaitu sebesar 22,54% dibandingkan dengan menggunakan fly ash batubara yang digunakan secara langsung yaitu hanya sebesar 8,70% sementara untuk ion logam Ni(II) diperoleh 25,21% dengan menggunakan zeolit sintetis fly ash batubara sementara untuk fly ash batubara diperoleh 13,64%.