// <![CDATA[PENGHILANGAN WARNA RUBINE CB MENGGUNAKAN TEKNOLOGI ADVANCED OXIDATION PROCESS (AOP)]]> Anggi Nur Rohmahtulloh /14-2013-039 Penulis Muthia Rachmi /14-2013-051 Penulis 0417057301 - Dr. Dyah Setyo Pertiwi, ST., MT. Dosen Pembimbing 2 0406017801 - Jono Suhartono S.T, M.T, Ph.D Dosen Pembimbing 1
Industri tekstil merupakan salah satu komoditi utama di Indonesia, selain itu industri tekstil juga menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan yaitu limbah warna yang dihasilkan dari sisa pewarnaan. Limbah ini perlu diolah terebih dahulu sebelum akhirnya dibuang ke lingkungan. Banyak cara yang digunakan untuk mengolah limbah, namun dari cara-cara ini kebanyakan akan menghasilkan limbah yang baru. Oleh karena itu penghilangan limbah dengan menggunakan metode AOP dilakukan karena tidak menghasilkan limbah yang baru. Pada penelitian ini akan dilakukan penghilangan warna secara ozonisasi konvensional maupun AOP dengan pereaksi tambahan H2O2 dengan berbagai konsentrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menghilangkan zat warna Rubine CB, menentukan faktor-faktor yang mempengatuhi proses penghilangan warna, serta kecepatan penurunan konsentrasi zat warna. Sampel warna diolah dengan perbedaan perlakuan seperti, tanpa dan dengan tambahan pereaksi H2O2 sebanyak 0,5mL sampai 2 mL. perbedaan suhu reaksi yaitu 50oC, sampai 90oC, serta perbedaan konsentrasi awal limbah warna sebesar 20ppm, sampai100ppm. Proses berlangsung secara batch dalam ozon kontaktor berbentuk labu erlenmeyer dengan ukuran 1 liter dengan interval waktu pengukuran adalah 5 menit selama 30 menit. Analisis yang dilakukan adalah konsentrasi warna pada saat sebelum dan sesudah dilakukan AOP. Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan zat warna dapat dihilangkan dengan teknologi Advanced Oxidation Process, Penambahan H2O2, kenaikan suhu, penggunaan katalis MWCNTs, dan oxidizeMWCNTs dapat mempercepat penurunan konsentrasi zat warna. Penurunan konsentrasi zat warna efektif pada variasi konsentrasi umpan 80ppm.