// <![CDATA[PEMBUATAN BAHAN PENGAWET KAYU DARI LIMBAH KULIT SINGKONG]]> 0431105501 - Marthen Luther Doko, Ir., M.T Dosen Pembimbing 2 0024095401 - Suparman Juhanda, Ir.,M.Eng . Dosen Pembimbing 1 Linda Claudia Lestari / 14-2013-031 Penulis Romi Ramadhan / 14-2013-057 Penulis
Kulit singkong yang dihasilkan di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya namun pemanfaatannya masih belum optimal. Salah satu cara mengoptimalkan kulit singkong yaitu dengan mengolahnya menjadi asap cair. Asap cair diperoleh dari pengembunan asap hasil penguraian senyawa senyawa organik pada proses pirolisis. Pada penelitian ini dilakukan penyelidikan pengaruh temperatur dan waktu pemanasan terhadap proses pirolisis kulit singkong menjadi asap cair, dengan massa umpan 200 gram yang berlangsung pada temperatur pemanasan sebesar 300 oC; 350 oC; 400 oC, 450 °C, waktu pemanasan selama 45 menit, 60 menit, 90 menit serta ukuran bahan baku kulit singkong sebesar ±(1x1)cm; ±(2x2)cm; ±(3x3)cm dan ±(4x4)cm. Parameter yang diukur untuk menentukan kualitas bahan pengawet kayu adalah volume, pH, kandungan asam asetat dan kandungan fenol. Dari hasil penelitian diperoleh kualitas bahan pengawet kayu terbaik pada pemanasan pada suhu 400 0C selama 90 menit dengan ukuran kulit singkong ±(1x1)cm, dimana bahan pengawet kayu yang diperoleh memiliki volume 79 mL dengan pH 2,847 kandungan asam 47,13% dan kandungan fenol 9,83%. Asap cair yang diperoleh dapat digunakan sebagai bahan pengawet kayu dengan parameter densitas dan pH sesuai santar mutu jepang.