// <![CDATA[MENGENALKAN ASAL MULA 12 SHIO BINATANG MELALUI PERANCANGAN BUKU DIGITAL INTERAKTIF]]> Sri Retnoningsih, S.Sn. Dosen Pembimbing 1 Adrianto Wibowo T, M.Ds. Dosen Pembimbing 2 Muhammad Alfi Rafif Nurachman / 33-2012-050 Penulis
12 shio binatang lebih dispesifikasikan kedalam sebuah tradisi atau kepercayaan yang di ciptakan dikembangkan bedasarkan pada suatu hal yang terjadi antara alam yang kemudian dihubungkan dengan watak perilaku individu termasuk manusia. Dengan menggunakan simbol hewan sebagai tolak ukur mengetahui kepribadian, kesehatan, karir, asmara, dan pergaulan seseorang. Kemunculan shio dengan ke-12 binatang yang mewakili setiap tahunnya, sesuai dengan peredaran bulan terhadap bumi yang menyebabkan terjadinya kalender cina (yin li) di dalam gambaran kepercayaan masyarakat tionghoa shio terbagi menjadi 12 macam, takni shio tikus, kerbau, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, dan babi. Masing-masing shio memiliki atau menggambarkan tingkah laku setiap orang. Kepercayaan tersebut mencerminkan harmoni antara alam, manusia dan realitas. Namun seiring banyaknya masyarakat tionghoa di indonesia terutama anak-anak yang menyebabkan shio merupakan kepercayaan masyarakat tionghoa perlahan-lahan tidak diketahui lagi oleh masyarakat tionghoa terutama di kalangan anak-anak banyak yang tidak mengetahui apa itu shio.