JEJAK BUDAYA RIJSTTAFEL SEBAGAI WARISAN AKULTURASI BUDAYA INDONESIA MELALUI MEDIA COFFEE TABLE BOOK
Risjttafel merupakan istilah yang sering muncul dan dipakai di lingkungan keluarga Belanda sekitar 1870-an. (Victor Ido dalam Rahman, 2016: 37). Hal tersebut bermula dari kebiasaan makan nasi orang Belanda yang menetap/dinas di Indonesia, menjadi kebiasaan dari generasi ke generasi dan pada akhirnya menjadi budaya tersendiri dalam kehidupan orang Belanda. Akan tetapi seiring dengan repatriasi belanda pada tahun 1942, rijsttafel di indonesia mengalami gejala reduksi hingga kebudayaan ini lebih dikenal dengan sebutan prasmanan. walaupun sudah tidak dikenal dengan sebutan rijsttafel, kebudayaan ini menjadi salah satu babakan penting terhadap sejarah kuliner Indonesia dan hasil dari asimilasi budaya tersebut dapat dirasakan hingga saat ini. Walaupun rijsttafel merupakan babakan penting dalam sejarah kuliner Indonesia, masyarakat tidak begitu mengatahui mengenai kebudayaan ini. Oleh karena itu di rancanglah coffee table book yang dapat menginformasikan jejak budaya tersebut dengan harapan masyrakat lebih mengapresiasi hasil dari asimilasi budaya yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2017).JEJAK BUDAYA RIJSTTAFEL SEBAGAI WARISAN AKULTURASI BUDAYA INDONESIA MELALUI MEDIA COFFEE TABLE BOOK ().Desain Komunikasi Visual:FAD
Chicago Style
.JEJAK BUDAYA RIJSTTAFEL SEBAGAI WARISAN AKULTURASI BUDAYA INDONESIA MELALUI MEDIA COFFEE TABLE BOOK ().Desain Komunikasi Visual:FAD,2017.Text
MLA Style
.JEJAK BUDAYA RIJSTTAFEL SEBAGAI WARISAN AKULTURASI BUDAYA INDONESIA MELALUI MEDIA COFFEE TABLE BOOK ().Desain Komunikasi Visual:FAD,2017.Text
Turabian Style
.JEJAK BUDAYA RIJSTTAFEL SEBAGAI WARISAN AKULTURASI BUDAYA INDONESIA MELALUI MEDIA COFFEE TABLE BOOK ().Desain Komunikasi Visual:FAD,2017.Text