// <![CDATA[USULAN PERENCANAAN JADWAL PELAKSANAAN DAN MOBILISASI PERSONIL PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG NEGARA PADA INSTANSI X]]> Fridhany Maulana /13-2012-184 Penulis 0410126901 - Lisye Fitria S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1
Dalam rangka pembangunan secara nasional, salah satu aspek yang saat ini menjadi prioritas pemerintah Indonesia adalah pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur tersebut dapat dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah. Salah satu pembangunan infrastruktur yang dilakukan pembangunannya adalah bangunan gedung negara. Salah satu instansi negara yang melakukan pembangunan gedung adalah ATI Padang. Pada pelaksanaan konstruksi gedung terjadi masalah keterlambatan dalam penyelesaian proyek. Hal ini dikarenakan penggunaan sumber daya manusia yaitu personil pekerjaan proyek yang tidak ketahui jumlahnya. Selain itu, masalahnya terlihat pada perencanaan jadwal yang tidak tersusun dengan detail. Metode yang dapat diterapkan untuk melakukan tindakan perbaikan untuk proyek pembangunan gedung pada ATI Padang adalah menghitung kebutuhan personil kegiatan proyek dengan menggunakan konsep Analisis Harga Satuan Pekerjaan dan menyusun jadwal pelaksanaan konstruksi proyek menggunakan metode Precedence Diagram Method. Jadwal pelaksanaan kosntruksi proyek dapat disusun dengan optimal dengan PDM karena pada PDM dapat menyusun jadwal proyek yang terdapat kegiatan tumpang tindih atau pengerjaannya dilakukan bersamaan. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk memberikan usulan perbaikan perencanaan penyusunan jadwal dan mobilisasi personil proyek agar keterlambatan penyelesaian proyek konstruksi selanjutnya dapat dicegah. Berdasarkan perhitungan pada penelitian ini biaya total untuk kebutuhan personil proyek yang didapatkan adalah sebesar Rp1,431,330,670. Selisih dengan biaya kontraktor adalah Rp 338,468,383.45 lebih murah. Selisih ini dikarenakan kontraktor melakukan perhitungan biaya personil pada pekerjaan dengan material beton K-300 secara manual. Perbandingan biaya total dengan menggunakan beton K-300 secara manual oleh kontraktor dengan beton K-300 yang siap pakai pada penelitian ini didapatkan selisih Rp 106,451,218.95.