// <![CDATA[SISTEM PERSEDIAAN PRODUK FRESH GOODS DENGAN MEMPERTIMBANGKAN WAKTU KADALUWARSA MENGGUNAKAN MODEL MULTI ITEM SINGLE SUPPLIER]]> Emsosfi Zaini, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 EGA MEIDIA AVELIANI /13-2014-092 Penulis
Persaingan dunia industri saat ini semakin meningkat, sehingga memacu perusahaan-perusahaan untuk meningkatkan operasi bisnisnya. PT Hero Supermarket Tbk, merupakan salah satu industri ritel yang menyediakan berbagai produk consumers goods. Untuk menjaga dan mengembangkan operasi bisnisnya, tentunya perusahaan selalu menjaga loyalitas konsumen dengan cara tetap menjaga dan meningkatkan kualitas produk. Produk fresh goods seperti buah-buahan dan sayuran merupakan produk yang rentan terhadap kerusakan sehingga perusahaan harus ekstra memperhatikan kualitas produk tersebut. Waktu dan jumlah pemesanan menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam menjaga kualitas produk fresh goods. Salah satu produk fresh goods yang akan diteliti yaitu produk buah-buahan seperti Jeruk Mandarin, Pear Ya Lie, dan Anggur red Globe Cina, yang memiliki masa kadaluwarsa yang sama dan berasal dari satu supplier yang sama. Permasalahan yang terjadi yaitu terdapat produk yang tidak terjual karena produk sudah melewati batas kadaluwarsanya. Hal ini terjadi akibat sistem pengendalian persediaan yag kurang tepat. Perusahaan akan melakukan pemesanan ketiga jenis produk pada satu supplier yang sama rata-rata sebanyak 12 kali pemesanan dengan jumlah pemesanan yang banyak dan tidak menentu setiap kali pesannya. Hal ini yang menyebabkan terdapatnya produk yang melewati batas kadaluwarsanya, sehingga tidak layak untuk dijual kembali. Berdasarkan permasalahan tersebut, metode yang dapat diterapkan yaitu metode sistem persediaan menggunakan model economic order quantity untuk kasus multi item produk dengan mempertimbangkan waktu kadaluwarsa yang telah dikembangkan oleh Limansyah dan Lesmono (2011). Model ini menghasilkan interval waktu dan jumlah pemesanan optimal dengan kriteria total biaya minimum. Penelitian ini menghasilkan perbandingan total biaya berdasarkan metode perusahaan dan berdasarkan model yang digunakan. Perhitungan berdasarkan metode perusahaan, dalam satu periode biaya yang dikeluarkan untuk sistem persediaan produk ini sebesar Rp. 66.575.176,- sedangkan total biaya persediaan berdasarkan model yang digunakan sebesar Rp. 60.486.380,-. Penerapan model persediaan yang baru dapat menghemat total biaya persediaan sebesar Rp. 6.194.331,- atau 9,145%.