// <![CDATA[USULAN PERBAIKAN SHIFT KERJA DI STASIUN KERJA JAHIT BERDASARKAN ANALISIS BERDASARKAN BEBAN KERJA FISIK DAN TINGKAT STRES MENGGUNAKAN SMARTPULSE]]> Arie Desrianty S.T.,M.T. Dosen Pembimbing 1 Bella Octavia Kusmana /13-2014-043 Penulis
Beban kerja terhadap operator jahit upper merupakan hal yang perlu diperhatikan. Beban kerja yang diberikan untuk operator jahit upper apabila terlalu berlebihan akan berdampak pada kelelahan operator jahit upper tersebut. Jenis pekerjaan yang tidak memerlukan energi yang besar tetapi dilakukan secara terus menerus, banyaknya permintaan konsumen, serta pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi yang tinggi untuk meminimalisir produk cacat dan sifatnya monoton dapat membuat operator jahit upper cepat merasakan kelelahan. Akibat dari kelelahan tersebut dapat berbagai macam yang akan berdampak buruk pada perfomansi kerja yang menurun. Penelitian ini membahas analisis beban kerja fisik dan tingkat stress operator jahit upper dengan menggunakan alat smart pulse. Jumlah data yang diambil 100 responden dengan shift yang di gunakan untuk analisis penelitian yaitu shift pagi dan shift siang. Hasil Penelitian yang di dapat menjelaskan bahwa beban kerja fisik untuk shift pagi tidak adanya kenaikan dan shift siang tidak adanya kenaikan klasifikasi. Hasil tersebut karena jenis pekerjaan tidak memerlukan energi fisik yang berat. Tingkat mental stress untuk kedua shift mengalami kenaikan yaitu dari klasifikasi High menjadi Very High, dan Low menjadi High. Tingkat Physical Stress untuk kedua shift mengalami perubahan kenaikan untuk shift pagi dan shift siang. Shift siang memiliki tingkat beban kerja fisik dan tingkat stress yang lebih tinggi dibandingkan dengan shift siang. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan hasil pengolahan data seperti itu tidak terlepasnya dari kondisi lingkungan, waktu istirahat yang kurang.