// <![CDATA[USULAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUK SANDARAN KASUR MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) di CV. BUANA CLASSIC]]> Gita Permata Liansari, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 REZA HERNAWAN /13-2011-102 Penulis Ambar Rukmi Harsono, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1
CV. Buana Classic merupakan suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang industri manufaktur. Produk yang dihasilkan yaitu kursi sofa, lemari, dan sandaran kasur. Perusahaan tersebut menerapkan sistem make to order yang mengartikan bahwa produk tersebut akan dibuat sesuai dengan permintaan konsumen. Pada perusahaan tersebut mengalami kendala yaitu mengalami menurunya kualitas produk terutama pada sandaran kasur. Dampak dari menurunya kualitas tersebut mempengaruhi daya beli konusemen sehingga perlu di lakukan perbaikan untuk mencegah menurunnya kualitas. Aktivitas proses produksi pada produk sandaran kasur mengalami kendala dalam kualitas sehingga proses produksi tidak berjalan dengan baik. Jenis kegagalan yang terjadi yaitu ketidaksesuaian dimensi ukuran kayu / papan triplek, ketidaksesuaian pemasangan paku, kesalahan dalam proses pelubangan, kesalahan pemasangan kulit vinyl, kesalahan penjahitan kancing. Dalam memperbaiki masalah tersebut, dibutuhkan metode yang tepat agar kegegalan tersebut dapat diminimalisir. Salah satu metode yang tepat dalam masalah tersebut yaitu menggunakan metode failure mode and effect analysis (FMEA) dan fault tree analysis (FTA). Dengan menggunakan metode tersebut, dapat mengidentifikasi jenis cacat yang terjadi, mengidentifikasi jenis kegagalan (failure mode) dan akibat dari kegagalan (failure effect), penentuan penilaian severity, occurance, detection, dan menentukan nilai risk priority number (RPN). Hasil dari nilai RPN di analisis dengan menggunakan diagram pareto. Diagram pareto memiliki konsep yang menjelaskan bahwa 80% dari efeknya disebabkan oleh 20% penyebabnya. Kemudian mencari akar permasalahan kegagalan yang terjadi dengan menggunakan fault tree analaysis (FTA). Dari fault tree analysis tersebut akan di jadikan inputan atau bahan untuk usulan perbaikan, agar kegagalan yang terjadi dapat diminimalisir.