// <![CDATA[RANCANGAN TATA LETAK FASILITAS DIVISI MANUFAKTUR DAN PERMESINAN MENGGUNAKAN ALGORITMA AUTOMATED LAYOUT DESIGN PROGRAM DI PT. PINDAD ENJINIRING INDONESIA]]> Ir. Alex Saleh, M.T. Dosen Pembimbing 1 ADLI SONISNIE BAHAR /13-2011-253 Penulis
PT. Pindad Enjiniring Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri manufaktur yang membuat produk – produk logam, kayu, plastik industri, dan pekerjaan khusus. Saat ini PT. Pindad Enjiniring Indonesia akan membuat produk yaitu Rail Base Jack sehingga perusahaan membutuhkan mesin – mesin baru. Kebutuhan menambah mesin tersebut membuat kebutuhan lahan bertambah, sedangkan lahan yang tersedia terbatas. Perancangan tata letak harus dilakukan agar aliran proses produksi produk tersebut dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Selain proses produksi dapat berjalan dengan efektif dan efisien dengan perancangan tata letak yang baik dapat menghemat penggunaan lahan dan meningkatkan kemampuan tenaga kerja. Perancangan tata letak fasilitas divisi manufaktur dan permesinan PT. Pindad Enjiniring Indonesia menggunakan software ALDEP. Proses perancangan usulan tata letak yaitu dimulai dengan menghitung luas lantai produksi, menghitung luas lantai aktual, menghitung luas lantai pelayanan produksi, luas lantai gudang, dan luas lantai kantor. Lahan yang tersedia sebesar 45m x 15m. Software ALDEP membutuhkan input berupa luas lahan, banyaknya fasilitas, dan derajat kedekatan minimum. Hasil pengolahan software yaitu berupa layout alternatif usulan dengan model Area Allocation Diagram (AAD) yang masing – masing memiliki nilai Total Closeness Rating (TCR). Layout usulan yang terpilih merupakan layout dengan nilai TCR terbesar. Dari beberapa layout usulan yang dihasilkan oleh software ALDEP yang terpilih adalah layout 3B dengan nilai TCR sebesar 504. Tata letak yang sudah terpilih kemudian dibuat kedalam model Area Allocation Diagram (AAD). Penyusunan ulang dengan menggunakan model AAD diperlukan untuk menyesuaikan hasil software dengan kondisi layout yang sebenarnya. Luas lantai yang tersedia sebesar 675 m2 sedangkan kebutuhan luas lantai aktual sebesar 133,68 m2. Terdapat sisa luas lahan sebesar 541,32 m2 yang digunakan untuk penambahan gang-gang, allowance, area kantor, dan area penunjang.