// <![CDATA[USULAN PERBAIKAN SISTEM KERJA UNTUK MEMINIMISASI KECELAKAAN KERJA MENGGUNAKAN METODE SYSTEMATIC HUMAN ERROR REDUCTION AND PREDICTION APPROACH (SHERPA) Studi Kasus Di Cv. Cahaya Abadi Teknik]]> Muhammad Gamal Zulkarnaen /13-2011-250 Penulis Ir. Yuniar, MT., Dosen Pembimbing 1
Cv. Cahaya Abadi Teknik Cv. Cahaya Abadi Teknik adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur. Produk yang dihasilkan antara lain winding system komponen dari tower telekomunikasi, pipa gas, dan lain lain. Dalam periode 2014-2016 telah terjadi enam kali kecelakaan kerja pada operator mesin, kecalakaan kerja yang terjadi menyebabkan luka pada kaki yang disebabkan geram dari hasil permesinan, luka bakar ringan pada lengan yang disebabkan proses pengelasan, dan luka pada mata yang disebabkan pantulan material. Human error dapat terjadi salah satunya karena tidak dijalankannya prosedur yang telah ada. Kondisi ini harus dapat diminimasi dengan melakukan perbaikan dari lantai produksi yang diawali dengan identifikasi human error. Human error dapat didefinisikan sebagai kegagalan manusia dalam melakukan tindakan yang telah ditentukan (atau performansi dari tindakan yang dilarang) dalam batasan khusus pada akurasi, rentetan, atau waktu, yang dapat mengakibatkan kerusakan pada peralatan dan properti atau gangguan jadwal operasi. Penyebab utama human error adalah variabilitas sifat manusia. Metode yang digunakan untuk identifikasi human error adalah Systematic Human Error Reduction and Prediction Approach (SHERPA) merupakan teknik untuk memprediksi human error yang juga menganalisis pekerjaan dan mengidentifikasi solusi-solusi potensial untuk mengatasi error dalam cara yang terstruktur. Hierarcial Talk Analisis (HTA) merupakan input untuk SHERPA, level terendah dari HTA digunakan untuk input SHERPA.