// <![CDATA[USULAN RANCANGAN SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU KERTAS MENGGUNAKAN METODE STOKASTIK JOINT REPLENISHMENT DI PT. ADHI CHANDRA DWIUTAMA]]> Yudi Rahman /13-2013-209 Penulis Alex Saleh, Ir.,MT. Dosen Pembimbing 1
PT. Adhi Chandra Dwiutama adalah sebuah perusahaan industri manufaktur yang bergerak pada bidang percetakan, produk yang diproduksinya pun beragam mulai dari hangtag, kalender, notebook, paper bag, dus-dus sabuk, dan sampai dus-dus celana jeans. Seperti perusahaan lain pada umumnya PT. Adhi Chandra Dwiutama juga membutuhkan sistem pengendalian bahan baku guna memperlancarkan proses produksi. Permintaan terhadap produk bersifat fluktuatif sehingga perusahaan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan konsumen harus tepat dan cepat. Bahan baku yang digunakan dalam proses produksi menggunakan berbagai jenis bahan baku (multi-item) dan dipenuhi dari berbagai supplier. Terdapat satu supplier yang mampu memenuhi kebutuhan bahan baku paling banyak yaitu adalah PT. Sinar Jaya. PT. Sinar Jaya mampu menyediakan enam jenis bahan baku sekaligus diantaranya adalah karton 40 abu, art paper 150 gr, art paper 310 gr, triplex 300 gr, sticker kromo, dan ivory 300 gr. Pemesanan bahan baku dilakukan ketika bahan baku tersebut sudah hampir habis persediaannya dan pemesanan dilakukan per jenis bahan baku. Sistem seperti ini dapat dikategorikan ke dalam Model-Q yang dimana perusahaan akan melakukan pemesanan kembali ketika bahan baku sudah mendekati nilai safety stocknya. Dengan sistem pemesanan tersebut maka akan menimbulkan pemborosan ongkos persediaan bahan baku perusahaan akibat seringnya melakukan pemesanan. Masalah yang terjadi pada perusahaan merupakan masalah yang serius karena berkaitan dengan ongkos yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk menunjang keberlangsungan proses produksi. Oleh karena itu permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan menggunakan sistem pemesanan secara gabungan (joint replenishment) model stokastik dengan menggunakan Model-P atau periodic review dimana model tersebut dikembangkan oleh Eynan dan Kropp (1998). Dengan metode tersebut dihasilkan variabel keputusan berupa interval waktu pemesanan dan inventori maksimum pada setiap jenis bahan baku yang diuji. Interval waktu yang didapat adalah 1,889 bulan dan nilai inventory level yang berbeda-beda. Sehingga frekuensi pemesanan yang dilakukan berdasarkan hasil perhitungan rancangan adalah sebesar 5 kali per tahun, nilai ini jauh lebih kecil dari pemesanan yang dilakukan dengan metode perusahaan yaitu sebesar 10 kali per tahun. Dengan nilai interval waktu pemesanan yang dihasilkan dan juga perbedaan frekuensi rancangan dan perusahaan didapatkan nilai penghematan sebesar Rp 4.173.410,- per tahun. Nilai penghematan yang dilakukan dikonversikan dalam % adalah 0,38 % per tahunnya.