// <![CDATA[Pemanfaatan Sampah Organik sebagai Substrat Pembentukan Biogas oleh Hyphomicrobium Sp Menggunakan Anaerobic Digestion]]> 0409056501 - Dr. Etih Hartati, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 Nurul Aiman Musodiqoh /25-2013-017 Penulis Elin Nurlina, Dra., M.T. Dosen Pembimbing 2
Meningkatnya kebutuhan energi bahan bakar fosil dapat menyebabkan krisis energi. Biogas merupakan renewable energy yang dapat dijadikan bahan bakar alternatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi gas metan yang diproduksi dari sampah organik sebagai substrat oleh bakteri Hyphomicrobium sp dan mengetahui pengaruh konsentrasi Hyphomicrobium sp dalam menghasilkan gas metan. Metode penelitian menggunakan two stage anaerobic digestion secara batch dengan volume operasional 6 liter. Pengukuran konsentrasi gas metan yang terbentuk dilakukan dengan metode orsat analyzer. Terdapat empat variasi konsentrasi bakteri Hyphomicrobium sp. Konsentrasi pada reaktor A sebesar 0,29 x109 sel/l, pada reaktor B sebesar 0,87x109 sel/l, reaktor C sebesar 1,75x109 sel/l dan pada reaktor K yang merupakan reaktor kontrol sebesar 0 sel/l. Parameter yang diperiksa yaitu pH, suhu, Total Asam Volatil, alkalinitas dan Chemical Oxygen Demand. Pada tahapan pembentukan asam, dalam penelitian ini berlangsung selama 21 hari dan pembentukan metan berlangsung selama 147 hari. Pada hari ke-119, ke empat variasi dilakukan adjustment pH dengan menggunakan NaOH 40%, hal ini disebabkan pH pada tahapan pembentukan metan masih berada dalam kondisi asam (5,5-5,6), sehingga dilakukan pengkondisian pH optimal (pH 7) untuk pembentukan metan. Hasil penelitian menunjukkan hari ke-119 sebelum dilakukan adjustment pH pada reaktor metanogenesis, konsentrasi gas metan yang dihasilkan pada reaktor A sebesar 38%, reaktor B sebesar 35%, reaktor C sebesar 32% dan pada reaktor K sebesar 49%. Setelah dilakukannya adjustment pH, konsentrasi gas metan yang terbentuk pada hari ke-147 di reaktor A sebesar 86%, reaktor B sebesar 84%, reaktor C sebesar 81% dan pada reaktor K sebesar 87%. Dengan adanya adjustment pH, konsenrasi gas metan yang terbentuk mengalami peningkatan. Dalam penelitian ini, pada kondisi sediaan substrat yang sama, semakin besar konsentrasi bakteri Hyphomicrobium sp yang ditambahkan, maka konsentrasi gas metan yang dihasilkan akan semakin kecil.