// <![CDATA[RANCANGAN SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU TOPPING MENGGUNAKAN MODEL PERSEDIAAN JOINT REPLENISHMENT DI CV PISANG NUGGET BANDUNG]]> Fifi Herni Mustofa, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 Dinar Dewi Widiyani /13-2014-218 Penulis 0424129201 - Handi Koswara S.Si., M.T. Dosen Pembimbing 2
Seiring dengan semakin majunya bisnis usaha di Indonesia, semakin banyak pula yang memanfaatkan momen tersebut untuk mendirikan berbagai usaha. Bisnis usaha yang sedang populer saat ini adalah bisnis kuliner. Salah satu bisnis kuliner yang sedang marak di Bandung yaitu pisang nugget yang disajikan dengan topping yang bervariasi. CV Pisang Nugget Bandung merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang kuliner berupa pisang goreng yang disajikan dengan berbagai macam topping rasa. Sampai saat ini, CV Pisang Nugget Bandung sudah memiliki satu store pusat dan empat cabang di Bandung. Permintaan konsumen yang fluktuatif menyebabkan sering terjadi kekurangan stock untuk topping yang favorit seperti rasa greentea, tiramisu, white chocolate dan chocomaltine. Sistem persediaan untuk bahan baku topping yang dilakukan saat ini berdasarkan perkiraan habisnya stock pada masing-masing jenis topping tersebut. Berdasarkan sistem persediaan yang dilakukan saat ini dapat menyebabkan perusahaan melakukan pembelian topping ke toko dengan biaya yang lebih mahal sehingga pengendalian persediaan bahan baku topping sangat penting. Selama ini perusahaan memesan bahan baku untuk masing-masing jenis topping secara terpisah pada satu supplier. Dilihat dari masalah tersebut, metode yang sesuai yaitu metode sistem persediaan dengan menggunakan model joint replenishment yang menghasilkan output berupa interval pemesanan dan ongkos total gabungan. Berdasarkan hasil dari ini, interval pemesanan bahan baku topping diperoleh selama 9 hari. Total ongkos persediaan perusahaan hasil rancangan penelitian sebesar Rp 985.690.039,56, sedangkan total ongkos persediaan sebesar Rp 1.041.405.227,54. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa total ongkos persediaan hasil rancangan penelitian lebih murah dibandingkan dengan total ongkos persediaan perusahaan saat ini.