// <![CDATA[USULAN PEMILIHAN PERUSAHAAN PENYEDIA WAREHOUSE MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DI PT NISSAN TRADING INDONESIA]]> Salman Alfarisi /13-2014-201 Penulis 0418037001 - Arif Imran S.Si., M.T., Ph.D. Dosen Pembimbing 1
Peraturan menteri perindustrian Republik Indonesia nomor: 11/M-IND/PER/3/2014 menyatakan bahwa pemerintah Indonesia mendukung adanya industri dengan skala kecil yang dibuat oleh masyarakat, sehingga semakin banyak industri dengan skala kecil yang bermunculan, sehingga akan terjadi suatu persaingan dari setiap perusahaan, baik perusahaan dengan skala kecil maupun perusahaan dengan skala besar. PT Nissan Trading Indonesia merupakan perusahaan dengan skala besar yang bergerak dalam bidang otomotif. PT Nissan Trading Indonesia merupakan anak perusahaan dari PT Nissan Motor Indonesia. Tugas utama dari PT Nissan Trading Indonesia yaitu mencari parts otomotif kemudian menjual kembali kepada pihak perusahaan lain. PT Nissan Trading Indonesia memiliki satu permasalahan, yaitu tidak memiliki warehouse. Dalam kasus ini warehouse sangat penting, karena parts yang telah dibeli oleh PT Nissan Trading Indonesia akan disimpan di warehouse untuk dilakukan pendataan sebelum parts tersebut dijual kembali. Sehingga pihak perusahaan mengeluarkan kebijakan untuk melakukan penyewaan warehouse (melakukan Third Party Logistics). Terdapat 5 alternatif perusahaan penyedia warehouse, untuk memilih 1 dari seluruh alternatif, PT Nissan Trading Indonesia hanya memperhatikan 2 faktor pengambilan keputusan, yaitu harga, dan kualitas. Hanya dengan memperhatikan 2 faktor saja, itu kurang maksimal dalam pengambilan keputusan. Dilihat dari masalah tersebut, metode yang sesuai yaitu metode analytical hierarchy process (AHP), dengan metode ini maka akan melakukan penambahan faktor pengambilan keputusan yang sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi. Metode menghasilkan output berupa perusahaan penyedia warehouse yang terpilih berdasarkan beberapa faktor pengambilan keputusan yang telah ditentukan sebelumnya.