// <![CDATA[RANCANGAN LINTASAN PERAKITAN MOBIL PEDESAAN MENGGUNAKAN MODEL TWO-SIDED UNTUK MEMINIMUMKAN JUMLAH STASIUN KERJA BERDASARKAN MAXIMIZE WORK RELATEDNESS AND MINIMIZE SLACKNESS]]> Emsosfi Zaini, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 Shendy Santica /13-2014-031 Penulis
Mobil pedesaan merupakan alat transportasi yang digunakan untuk mengangkut orang dan barang dengan kapasitas besar. Saat ini, Kementerian Perindustrian Indonesia sedang merancang prototype mobil pedesaan dengan transmisi 4 x 4 dan telah memasuki tahap perakitan di sebuah bengkel mobil. Mobil dengan transmisi 4 x 4 adalah mobil yang memanfaatkan tenaga mesin yang di transfer pada keempat roda, sehingga seluruh roda berfungsi sebagai penggerak kendaraan. Prototype mobil pedesaan dengan transmisi 4 x 4 yang di rakit akan dijadikan sebagai dasar untuk memproduksi perakitan mobil pedesaan, namun terdapat beberapa syarat agar mobil pedesaan dapat di produksi secara massal. Salah satu syarat tersebut adalah perlu adanya rancangan Assembly Line Balancing (ALB) mobil pedesaan. Permasalahan yang akan di bahas pada penelitian ini yaitu mengenai rancangan lintasan perakitan yang berhubungan dengan stasiun kerja mobil pedesaan, menyangkut part komponen besar di bagian chasis dan body. Lintasan perakitan two-sided dibutuhkan karena mobil pedesaan merupakan produk berukuran besar terdiri dari bagian kiri dan kanan serta dapat mengurangi perpindahan operator di bagian kiri dan kanan. Sehingga, model tersebut dapat diterapkan pada rancangan two-sided assembly line balancing mobil pedesaan berdasarkan maximize work relatedness dan minimize slackness. Penelitian ini menghasilkan 21 stasiun kerja, dengan ukuran performansi efisiensi lintasan (LE) sebesar 81,54% dan smoothness index sebesar 1199,89 dengan pembuktian nilai indeks berdasarkan index work relatedness (IWR) dan index work slackness (IWS) sebesar 0,72 dan 0,9