PERANCANGAN PERHIASAN DENGAN INSPIRASI MABIJA DAN CANANG SARI
Sebuah proyek perancangan perhiasan bercitra Bali dengan inspirasi mabija dan canang sari. Mabija merupakan rangkaian terakhir dan suatu upacara persembahyangan. Wija atau bija adalah biji beras yang dicuci dengan air bersih atau air cendana. Bija diletakkan di sebagian tubuh sebagai lambang benih yang menjadikan badan ini hidup. Canang sari merupakan salah satu bentuk persembahan rasa syukur atas kehidupan. Kata canang terdiri atas dua suku kata bahasa Kawi, Ca yang berati indah dan Nang yang berati tujuan. Mabija dan canang sari merupakan kegiatan yang dilakukan masyarakat Bali setiap hari dan menjadi hal yang familiar ketika berkunjung ke Bali. Banyaknya turis mancanegara yang singgah atau tinggal di Bali merupakan salah satu peluang untuk mengembangankan potensi masyrakat pengrajin perak di Bali. Oleh karena itu, perlu dilakukan perancangan produk dengan mengembangkan potensi pengrajin perhiasan dengan dengan karakter khas Bali. Diharapkan studi ini dapat menjembatani kebutuhan yang saling mendukung antara desainer, pengrajin, dan konsumen.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2017).PERANCANGAN PERHIASAN DENGAN INSPIRASI MABIJA DAN CANANG SARI ().Desain Produk:FAD
Chicago Style
.PERANCANGAN PERHIASAN DENGAN INSPIRASI MABIJA DAN CANANG SARI ().Desain Produk:FAD,2017.Text
MLA Style
.PERANCANGAN PERHIASAN DENGAN INSPIRASI MABIJA DAN CANANG SARI ().Desain Produk:FAD,2017.Text
Turabian Style
.PERANCANGAN PERHIASAN DENGAN INSPIRASI MABIJA DAN CANANG SARI ().Desain Produk:FAD,2017.Text