// <![CDATA[PERANCANGAN MOTION GRAPHIC TRAGEDI ANGKE DI BATAVIA PADA TAHUN 1740 M]]> Aldrian Agusta, M.Ds. Dosen Pembimbing 1 DIMAS DWILISTYO PRABOWO /33-2011-057 Penulis
Sekitar tahun 1740an, kongsi dagang Hindia Belanda VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) melakukan politik pengurangan jumlah etnis Cina (Tionghoa) di Batavia. Hal tersebut diberlakukan karena jumlah etnis Cina meningkat drastis di Batavia. Selain itu, VOC pun bermaksud untuk memanfaatkan etnis Tionghoa tersebut. Diperkirakan pada saat itu, jumlah Tionghoa diperkirakan telah mencapai sekitar 15.000 jiwa atau sekitar 17% total penduduk di Batavia. Kebanyakan kaum Tionghoa pendatang itu tidak dapat memperoleh pekerjaan dan sebagian dari mereka menjadi sumber kerentanan sosial dengan semakin meningkatnya aksi-aksi kejahatan di Batavia pada saat itu. Pada 9 Oktober 1740 dimulailah pembunuhan besar-besaran terhadap orang-orang Tionghoa di Batavia oleh VOC. Diperkirakan orang-orang Tionghoa yang terbunuh sebanyak 10.000 orang. Kejadian tersebut dinamakan Tragedi Angke. Meningkatnya isu SARA yang berusaha untuk memecah belah bangsa saat ini, dengan bersatu teguh kita dapat menjadi bangsa yang kuat dan tidak mudah diadu domba, karena kita satu, Indonesia. Perancangan Motion Graphic ini bertujuan untuk menyederhanakan informasi yang berkaitan dengan sejarah agar dapat lebih mudah dipahami dan dikemas secara menarik bagi generasi muda yang kini hidup di era digital.