BRAND COMMUNICATION FILOSOFI KISAH SRIKANDI SEBAGAI SIMBOL PEREMPUAN KUAT INDONESIA
Bermunculan figur wanita tangguh di lingkungan sosial yang dapat menjadi panutan masyarakat perempuan Indonesia. Selain pahlawan nusantara dan tokoh publik, tanpa disadari, sejak dahulu pewayangan Jawa yang sering dianggap sebagai cerminan hidup dan memiliki tatanan nilai kultural telah merepresentasikan perempuan kuat melalui tokoh Srikandi yang berani, cerdik, kuat mental dan telah memutus rantai bahwa perempuan selalu dibawah kuasa laki-laki.
Namun propaganda Srikandi yang dikatakan sebagai seorang transgender masih sering dibicarakan akibat masyarakat kurang memahami makna yang terkandung dalam kisah Srikandi yang memiliki unsur paradoks. Sedangkan dualitas tersebut dapat diubah persepsi menjadi sebuah keunggulan yang dapat dijadikan panutan bagi semua kalangan perempuan, yaitu dengan menyeimbangkan feminitas dan maskulinitas.
Merancang brand communication mengenai Srikandi yang bisa diambil dari pewayangan Jawa untuk perempuan Indonesia sebagai simbol kuat kaum hawa. Metode kualitatif dilakukan untuk melaksanakan penelitian ini, dengan instrumen penelitian menggunakan data primer dan sekunder, melakukan wawancara, penyebaran kuesioner dan studi literatur. Hal tersebut diharapkan dapat diterapkan oleh perempuan Indonesia agar dapat mengoptimalkan kemampuan dan peran sebagai perempuan di kehidupan bermasyarakat serta memberikan pengaruh positif terhadap lingkungan.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2018).BRAND COMMUNICATION FILOSOFI KISAH SRIKANDI SEBAGAI SIMBOL PEREMPUAN KUAT INDONESIA ().Desain Komunikasi Visual:FAD
Chicago Style
.BRAND COMMUNICATION FILOSOFI KISAH SRIKANDI SEBAGAI SIMBOL PEREMPUAN KUAT INDONESIA ().Desain Komunikasi Visual:FAD,2018.Text
MLA Style
.BRAND COMMUNICATION FILOSOFI KISAH SRIKANDI SEBAGAI SIMBOL PEREMPUAN KUAT INDONESIA ().Desain Komunikasi Visual:FAD,2018.Text
Turabian Style
.BRAND COMMUNICATION FILOSOFI KISAH SRIKANDI SEBAGAI SIMBOL PEREMPUAN KUAT INDONESIA ().Desain Komunikasi Visual:FAD,2018.Text