// <![CDATA[PERANCANGAN BUKU ILUSTRASI SEJARAH KEBAYA SEBAGAI KOSTUM NASIONAL INDONESIA]]> Asep Ramdhan, S.Ds., MM. Dosen Pembimbing 1 Nazhira Maulida / 332014027 Penulis
Manusia dalam kelangsungan hidupnya melalui beragam hal yang melekat pada dirinya, salah satunya adalah cara berpakaian. Pakaian juga bersifat penting pada manusia, yang pada awalnya berfungsi sebagai pelindung tubuh dari cuaca atau kotoran, mulai menunjukkan sebagai status, identitas, juga karakter seseorang dalam kehidupan sehari-harinya. Perkembangan dan jenis pakaian tergantung pada adat, kebiasaan, maupun budaya di lingkungan masing-masing. Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri atas 300 suku bangsa, dari Sabang hingga Merauke. Dari kenyataan tersebut, Indonesia dapat dikenal sebagai Negara yang memiliki keanekaragaman budaya dan kesenian sebagai potensi kekayaan suatu bangsa yang mempunyai nilai penting dan merupakan warisan bangsa. Salah satu warisan kebudayaan Indonesia adalah busana tradisional. Dari berbagai busana tradisional yang ada di Indonesia, kebaya telah ditetapkan sebagai kostum Nasional oleh Presiden Soekarno di era 1940-an. Kostum Nasional Indonesia adalah kostum Nasional yang mewakili Republik Indonesia, dan kebaya telah dianggap paling ideal untuk mencerminkan keanggunan sosok wanita Indonesia. Kurangnya wadah informasi yang akurat dan lengkap mengenai kebaya sebagai warisan budaya Indonesia kelak dapat menimbulkan beberapa masalah, seperti klaim dari Negara lain yang dapat membuat masyarakat kurang memahami sejarah dan diferensiasi aneka kebaya yang ada di Nusantara. Berdasarkan hal tersebut, perancangan buku ilustrasi sejarah ini dibuat untuk masyarakat wanita Indonesia di usia remaja sampai dewasa (20-27 tahun) agar dapat memahami dan mempelajari sejarah kebaya sebagai warisan budaya Nusantara secara utuh dalam aspek bahasa maupun visual, juga meningkatkan kepedulian nasionalisme bagi negaranya sehingga warisan tersebut dapat dilestarikan kepada orang-orang tersayangnya. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif, yaitu dengan melakukan wawancara, dan studi pustaka untuk mendapatkan data juga informasi yang mendalam juga secara lengkap.