// <![CDATA[PENGENALAN KULINER INDONESIA-TIONGHOA SEBAGAI JEJAK AKULTURASI RASA MELALUI MEDIA BUKU]]> Raganis Tahmidya /33-2013-044 Penulis Sri Retnoningsih S.Sn, M.Ds Dosen Pembimbing 1
Migrasi bangsa Tionghoa ke Indonesia pada akhir abad ke-5 Masehi membawa pengaruh besar pada beberapa budaya di Indonesia, baik itu perdagangan, arsitektur, bahasa, kebiasaan termasuk kepada kuliner yang ada di Indonesia. Masakan seperti bakmi, bakso, lumpia, dodol, bakcang telah terserap menjadi seni masakan Indonesia. Kuliner favorit seperti bakmi, bihun, kwetiau, bakwan, bakso, siomay, nasi goreng kini sudah menjadi bagian dari makanan sehari-hari yang sudah tidak asing bagi orang Indonesia. Sudah tidak lagi menyebutnya sebagai Chinese food, sebab memang sudah sedemikian merakyat. Masakan seperti cap cay, fu yung hay, atau kwetiau pun sudah sangat dikenal di keseharian. Rumah makan Chinese food di Indonesia sudah sangat disesuaikan dengan lidah orang Indonesia dan halal bagi orang muslim. Dari beberapa jenis makanan yang ada sehingga lupa bahwa beberapa kuliner Indonesia adanya pengaruh besar oleh budaya Tionghoa. Dibuatnya suatu rancangan berbasis handbook diharapkan dapat menyadarkan masyarakat khususnya remaja untuk mengenali pengaruh budaya Tionghoa terhadap kuliner Indonesia dan meningkatkan rasa toleransi dengan perbedaan ras yang ada melalui makanan.