// <![CDATA[KAJIAN DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMARAN SUNGAI DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) CISANGKUY]]> Iwan Juwana, S.T., M.EM., Ph.D. Dosen Pembimbing 1 Meinar Nadiasari Putri Ismayani / 25-2013-036 Penulis
DAS Cisangkuy merupakan bagian Hulu Sungai Citarum yang terletak di Kabupaten Bandung. Sungai Cisangkuy direncanakan untuk pengembangan Waduk Santosa sebagai sumber air baku, sehingga pentingnya menjaga kualitas air sungai tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis daya tampung DAS Cisangkuy berdasarkan perhitungan potensi beban pencemaran kondisi eksisting dan proyeksi. Langkah pertama menghitung status mutu air menggunakan metode indeks pencemar yang tercantum pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup 115 Tahun 2003. Langkah selanjutnya menghitung potensi beban pencemar melalui pendekatan faktor emisi, serta menganalisis kualitas air menggunakan software Qual2Kw. Faktor emisi yang digunakan merupakan hasil penelitian Pusat Lingkungan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air. Hasil status mutu air bulan Juni, Agustus, Oktober hingga Desember tahun 2016 menunjukkan DAS Cisangkuy dalam kondisi cemar ringan. Sumber pencemar DAS Cisangkuy berasal dari kegiatan pemukiman, pertanian, peternakan dan industri. Potensi beban pencemar DAS Cisangkuy tahun 2016 dan 2021 adalah 14.219,00 kg/hari dan 15.560,74 kg/hari untuk BOD, 20.924,74 kg/hari dan 22.884,78 kg/hari untuk COD, 9.932,83 kg/hari dan 11.287,00 kg/hari untuk TSS, 597,09 kg/hari dan 659,52 kg/hari untuk Total-N dan 94,24 kg/hari dan 98,01 kg/hari untuk Total-P. Analisis daya tampung tahun 2016 dan 2021 pada bulan Juni, Agustus, Oktober hingga Desember pada parameter BOD dan COD telah terlampaui, sehingga Sungai Cisangkuy tidak dapat menerima masukan beban pencemar. Berdasarkan simulasi Qual2Kw, kualitas air Sungai Cisangkuy tahun 2016 dan 2021 parameter BOD telah melampaui baku mutu. Pada skenario 3 adanya rencana pembangunan tangki septik komunal pada sektor domestik, konsentrasi BOD mengalami penurunan. Strategi pengendalian beban pencemaran DAS Cisangkuy terhadap sektor lain berupa, pembangunan IPAL industri, serta limbah ternak dan tani yang dapat dimanfaatkan.