OPTIMASI EKSTRAKSI ASPAL DARI BATUAN ASBUTON DENGAN METODE MIKROEMULS
Hingga saat ini Indonesia belum dapat memaksimalkan pemanfaatan kekayaan aspal alam (asbuton) yang dimiliki, terlihat dari jumlah persedian yang besar yaitu sekitar 677 ton yang berada di pulau Buton, namun Indonesia masih mengimpor aspal dari negara lain. Pada
penelitian ini, aspal murni di ekstraksi dari batuan asbuton dengan menggunakan metode mikroemulsi. Metode mikroemulsi di lakukan dalam skala nano, maka untuk persiapan sebelum ekstraksi dilakukan modifikasi ukuran dilakukan penggerusan hingga berukuran nanopartikel (kurang dari 100nm). Sistem mikroemulsi yang digunakan terdiri dari surfaktan dan pelarut. Jenis surfaktan yang digunakan adalah jenis surfaktan yang memiliki HLB (hidrofilik lipofilik balance) yang rendah, yaitu Span 80 dan Lecithin. Pelarut alami yang digunakan Terpentin dan Solar. Nanoaspal yang diperoleh tersebut dikarakterisasi dari ukuran, bentuk, dan yield menggunakan transmission electron microscopy (TEM), scanning electron microscopy (SEM), Fourier Transform Infrared (FTIR), dan Energy Dispersive X-Ray (EDX). Kondisi operasi yang digunakan yaitu tekanan atmosferik serta temperatur 60oC dan 120oC. Yield yang diperoleh dengan pre-treatment dan tanpa pre-treatment masing-masing 93,26% dan 32,48%.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2018).OPTIMASI EKSTRAKSI ASPAL DARI BATUAN ASBUTON DENGAN METODE MIKROEMULS ().Teknik Kimia:FTI
Chicago Style
.OPTIMASI EKSTRAKSI ASPAL DARI BATUAN ASBUTON DENGAN METODE MIKROEMULS ().Teknik Kimia:FTI,2018.Text
MLA Style
.OPTIMASI EKSTRAKSI ASPAL DARI BATUAN ASBUTON DENGAN METODE MIKROEMULS ().Teknik Kimia:FTI,2018.Text
Turabian Style
.OPTIMASI EKSTRAKSI ASPAL DARI BATUAN ASBUTON DENGAN METODE MIKROEMULS ().Teknik Kimia:FTI,2018.Text