// <![CDATA[ANALISIS MEKANIK SAMBUNGAN LAS PIPA ALUMUNIUM 6063 T4 DENGAN VARIASI HEAT INPUT]]> GUM GUM GUMILANG /12-2014-016 Penulis Yusril Irwan, MT Dosen Pembimbing 1 Dedy Hernady, MT Dosen Pembimbing 2
Rangka (frame) merupakan salah satu komponen terpenting dalam menentukan parameter performance dari disain kendaraan mobil listrik. Dimana selain kuat menopang beban dari kendaraan, juga harus ringan agar efisiensi terhadap pemakaian listrik lebih rendah. Alumunium adalah satu alternatif yang akan dijadikan bahan rangka dari kendaraan tersebut karena ringan. Dalam penelitian ini, pipa alumunium 6063 akan di jadikan sebagai bahan untuk rangka. dimana pipa yang di gunakan berdiamter 28,5 mm dengan tebal rata rata 1,5 mm. Ragka kendaraan tersebut terdapat sambungan-sambungan dan tiap sambungan akan dilas menggunakan TIG dengan logam pengisi alumunium 5356 berdiameter 1,6 mm. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian pengaruh parameter pengelasan terhadap kekuatan sambungan las. Besarnya Heat input akan menjadi parameter dalam membandingkan kekuatan hasil sambungan las ini. Variasi arus yang di gunakan adalah 80 Ampere, 100Ampere dan 120 Ampere, kemudian hasil pengelasanya di uji bending dan uji kekerasan serta analisa strulaur mikro pada sekitar daerah lasan. Di pilih uji bending karena dalam aplikasinya rangka pada umumnya mengalami pembebanan lentur dari penumpang dan mesin yaitu rata rata sebesar 600 N penumpang dan 400 N mesin, total 1000 N. Uji lentur yang di lakukan hingga spesimen mengalami patah. Sedangkan analisa struktur mikro di lakukan untuk memperkuat analisa terhadap hasil dari pengujian mekanik. Dari hasil pengujian, kekuatan sambungan menahan beban lentur rata rata yaitu untuk base metal 1461 N. arus 80 Ampre adalah 1411 N, arus 100 Ampre 1230 N dan 120 Ampre adalah 975 N. Dan dari hasil uji keras pun semakin tinggi arus atau heat input, harga kekerasan semakin rendah. Di lihat dari struktur mikro semakin tinggi arus, ukuran butir semakin besar dan lebar daerah HAZ juga semakin besar. Arus yang tinggi atau masukan panas yang tinggi menyebabkan pertumbuhan butir semakin tinggi. Ukuran butir mempengaruhi kekuatan dan kekerasan dimana semakin besar butir kekuatan dan kekerasan akan turun dan lebih cendrung getas. Selain itu arus yang besar juga menyebabkan hasil pengelasan pada plat tipis akan menimbulkan cacat. tembus atau bolong bolong. Maka dalam pengelasan pipa alumunium 6063 diamater 28,5 mm dengan ketebalan rata rata 1,5 mm ini di sarankan menggunakan arus yang rendah yaitu 80 Ampere. Dan Kekuatan lentur pada arus 80 Ampere ini sudah melebihi batas minuman kekuatan (1000 N). Kata