// <![CDATA[USULAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUK KAOS DI KANIKETA BANDUNG BERDASARKAN HASIL ANALISIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE & EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA)]]> Yoanita Yuniati, ST., S.Psi., MT. Dosen Pembimbing 1 Prihandito Dimas Lazuardi /13-2013-049 Penulis Ade Candra S.T. Dosen Pembimbing 2
Kaniketa Clothing and Printing Works merupakan industri konveksi rumahan yang memiliki salah satu hasil produksi yaitu produk kaos. Produk kaos Kaniketa Clothing and Printing Works terdapat beberapa kecacatan yang disebabkan proses penjahitan, pendesainan, pensablonan yang kurang rapi, pengepresan pada bahan sablon tidak kuat dan lain-lain. Kecacatan yang ada dapat mengganggu jalannya proses produksi karena membutuhkan tambahan waktu, tenaga, dan biaya untuk memperbaiki kecacatan yang ada. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu memberikan usulan perbaikan untuk memperbaiki kualitas proses produksi produk kaos berdasarkan hasil analisis dan usulan dari metode yang digunakan yaitu Failure Mode & Effect Analysis (FMEA) dan metode Fault Tree Analysis (FTA). Pada metode FMEA dilakukan pengidentifikasian kegagalan kemudian dilakukan penetapan rating severity, occurance, dan detection yang melibatkan pihak perusahaan dalam penentuan ratingnya. Perhitungan nilai Risk Priority Number (RPN) diurutkan mulai dari nilai RPN terbesar hingga hingga nilai RPN terkecil kemudian melakukan pemilihan permasalahan yang menjadi fokus utama dengan menggunakan diagram pareto. Pada metode FTA dilakukan identifikasi dan analisis permasalahan yang menjadi fokus utama untuk menentukan akar permasalahan dari potential cause dengan cara membuat diagram FTA. Hasil analisis dengan menggunakan metode FTA menjadi acuan dalam menentukan usulan perbaikan untuk memperbaiki kualitas proses produksi produk kaos. Usulan perbaikan yang dapat diterapkan berdasarkan prioritas skor terbesar hingga terkecil diantaranya penyusunan daftar target yang harus diselesaikan, penyusunan penjadwalan produksi, diberikannya pengawasan ketat kepada operator, diberlakukannya catatan absensi kedatangan dan kepulangan operator dibuatkannya tata tertib bekerja, diberikannya sanksi pada setiap pelanggaran yang dilakukan. Usulan perbaikan selanjutnya adalah penyusunan jadwal ergantian shift, dibuatkannya keterangan spesifikasi benang yang ditempel pada benang, dibuatkannya tempat penyimpanan benang yang dikelompokan terpisah sesuai dengan spesifikasi dari setiap benang. Penggunaan klem penjepit atau pengunci yang dipasang pada bingkai kalkir dan meja kerja ketika posisi knock bingkai dan posisi knock meja telah menempelsempurna menjadi sulan perbaikan selanjutnya, kemudian disediakannya tempat untuk menaruh bahan dan alat yang digunakan pada proses sablon, dan dilakukannya pengawasan ketika operator bekerja dan membuat daftar pengingat instruksi proses pemrograman desain bordir.