// <![CDATA[RANCANGAN FASILITAS MITIGASI DAN KONTINJENSI UNTUK MENGHADAPI RISIKO BENCANA KEBAKARAN DAN GEMPA BUMI PADA GEDUNG 10 JURUSAN TEKNIK INDUSTRI ITENAS]]> Nova Andriyani Br Kemit /13-2012-114 Penulis Caecilia SW , Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1
Institut Teknologi Nasional merupakan salah satu kampus yang mempunyai cukup banyak gedung-gedung yang berlantai tiga didalamnya, dari setiap gedung tersebut terdapat beberapa gedung yang jalur area keluar masuknya berdekatan, seperti Gedung 20 - Gedung 18 - Gedung 14 dan Gedung 8 - Gedung 9 - Gedung 10 - Gedung 11 yang saling berdekatan. Padahal mobilitas gedung-gedung tersebut cukup tinggi. Berdasarkan Undang-Undang No 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, bahwa kenyamanan, keamanan, kesehatan dan kemudahan harus dimiliki oleh sebuah gedung. Oleh demikian sebuah gedung harus memiliki fasilitas-fasilitas sesuai dengan ketetapan perundanga-undangan yang telah dikeluarkan. Dan kondisi ITENAS yang belum memiliki SMK3 pada setiap gedungnya. Bencana alam bisa terjadi dimana saja dan kapan saja, bencana alam tersebut tentunya dapat mengancam keselamatan manusia. Penghuni gedung bertingkat tidak luput dari bahaya bencana alam. Bencana alam seperti kebakaran dan gempa bumi akan lebih membahayakan keselamatan penghuni gedung tersebut. Oleh karena itu, suatu gedung harus memiliki beberapa fasilitas yang dapat digunakan untuk mengurangi resiko dampak dari setiap peristiwa kebakaran dan gempa bumi yang akan terjadi. Pada penelitian ini output yang dihasilkan adalah rancangan fasilitas-fasilitas mitigasi dan kontinjensi yang dapat mengurangi risiko akibat suatu bencana kebakaran dan gempa bumi. Fasilitas-fasilitas tersebut adalah seperti tangga darurat, wilayah titik kumpul (assembly point), alat pemadam api ringan (APAR), alarm kebakaran, alarm gempa bumi, hydrant.